UIN Siber Cirebon – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar ekonomi bertajuk “Ekoteologi dan Ekonomi Islam” pada Senin, 11 Mei 2026 di Auditorium Siber FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini mengangkat tema “Etika Halal dan Whistleblowing dalam Mendukung SDGs di Tengah Krisis Iklim” sebagai bentuk kontribusi akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan civitas akademika.
Seminar dipandu oleh moderator A. Fahmi Latief Putra, S.P., M.P. serta menghadirkan Dr. Dewi Laela Hilyatin, S.E., M.S.I. sebagai pemateri utama. Kegiatan diikuti mahasiswa, dosen, dan civitas akademika FEBI yang antusias mengikuti pembahasan mengenai integrasi nilai-nilai ekonomi Islam dengan isu keberlanjutan global.
FEBI Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Nilai Islam
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, M.H., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun kesadaran sosial dan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Menurutnya, ekonomi Islam tidak hanya berbicara tentang aktivitas ekonomi semata, tetapi juga mengandung nilai etika, keadilan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami berharap melalui seminar ini mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai ekonomi Islam dengan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek keberlanjutan lingkungan, tata kelola yang baik, dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Ekoteologi dan Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Iklim
Pada sesi utama, Dr. Dewi Laela Hilyatin, S.E., M.S.I. menjelaskan bahwa konsep ekoteologi dalam Islam dapat menjadi fondasi moral dalam menghadapi krisis iklim global. Menurutnya, manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi untuk menjaga keseimbangan alam dan mengelola sumber daya secara bijak.

Ia memaparkan bahwa ekonomi Islam memiliki prinsip keberlanjutan yang selaras dengan upaya menjaga lingkungan. Nilai halal, etika bisnis, serta tanggung jawab sosial menjadi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak ekologis dan kemaslahatan masyarakat.
“Ekonomi Islam pada dasarnya mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Karena itu, isu keberlanjutan harus menjadi bagian penting dalam praktik ekonomi modern,” jelasnya.
Selain membahas ekoteologi, seminar ini juga menyoroti pentingnya penerapan sistem whistleblowing sebagai upaya menjaga transparansi dan integritas dalam praktik ekonomi dan tata kelola lembaga.

Whistleblowing Perkuat Transparansi dan Integritas
Dalam pemaparannya, Dr. Dewi Laela Hilyatin menjelaskan bahwa whistleblowing merupakan mekanisme penting dalam mendorong sistem ekonomi yang sehat, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem tersebut, berbagai pelanggaran atau praktik yang merugikan dapat dicegah lebih dini.
Ia menilai bahwa transparansi dan integritas menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan saat ini.
Menurutnya, penerapan nilai etika halal harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya integritas agar tercipta sistem ekonomi yang adil dan bertanggung jawab terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Dukung SDGs dan Pembangunan Berkelanjutan

Seminar ini menjadi bagian dari komitmen FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep ekonomi Islam secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional.
Selain itu, seminar ini juga mendorong civitas akademika untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan serta aktif membangun budaya ekonomi yang etis, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.


