UIN Siber Cirebon — Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar workshop bertema “Integrating Culture and Sharia for Sustainable Tourism Development in the Global Economic Era” pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium FEBI Lantai 4 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Workshop ini membahas integrasi budaya lokal dan prinsip syariah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global. Kegiatan menghadirkan narasumber Besti Ilmi Riyanisma, S.Par., M.Sc. dan dipandu oleh moderator Mardhah Sastri Utami, S.Si., M.Biomed.
Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, M.H., serta Ketua Jurusan Pariwisata Syariah UINSSC, Hafni Khairunnisa, M.Sc.
Pariwisata Syariah Jadi Bagian Pembangunan Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Dr. H. Didi Sukardi, M.H. menegaskan bahwa pariwisata syariah saat ini tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisata halal, tetapi juga bagaimana sektor pariwisata mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Pariwisata syariah saat ini tidak hanya berbicara mengenai destinasi dan layanan berbasis halal, tetapi juga bagaimana nilai budaya dan prinsip syariah dapat diintegrasikan secara harmonis untuk menciptakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Melalui workshop ini, kami berharap lahir gagasan, inovasi, serta kolaborasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan pariwisata syariah harus tetap mempertahankan identitas budaya daerah agar mampu menjadi kekuatan lokal yang kompetitif di tingkat global.
Penguatan Pemahaman Pariwisata Syariah Berbasis Budaya Lokal
Ketua Jurusan Pariwisata Syariah UINSSC, Hafni Khairunnisa, M.Sc. menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat wawasan mahasiswa dan peserta mengenai pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya lokal dan keberlanjutan.
“Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman mengenai pengembangan pariwisata syariah yang berbasis budaya lokal dan keberlanjutan. Kami berharap peserta dapat memperoleh wawasan baru serta mampu mengimplementasikan konsep-konsep tersebut dalam pengembangan sektor pariwisata di masa mendatang,” ungkapnya.
Menurutnya, integrasi budaya dan prinsip syariah menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai etika dan keberlanjutan.
Narasumber Bahas SDGs dan Tantangan Wisata Halal Global
Dalam sesi pemaparan materi, Besti Ilmi Riyanisma, S.Par., M.Sc. menjelaskan bahwa pariwisata syariah memiliki keterkaitan erat dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut karena pariwisata syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan.

“Pariwisata syariah yang berkelanjutan memiliki keterkaitan erat dengan SDGs karena tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” jelasnya.
Ia juga memaparkan berbagai peluang dan tantangan industri pariwisata halal dalam menghadapi perubahan tren wisata global. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata syariah harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Selain itu, peserta diajak memahami strategi pengembangan pariwisata syariah di era ekonomi global melalui integrasi budaya, penguatan identitas daerah, dan inovasi layanan wisata halal yang adaptif terhadap kebutuhan wisatawan modern.
Dorong Kolaborasi dan Inovasi Pariwisata Syariah

Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi akademik, tanya jawab, dan pembahasan bersama peserta mengenai konsep pengembangan pariwisata syariah berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mahasiswa dan peserta mampu mengembangkan gagasan, inovasi, serta kolaborasi dalam mendukung penguatan sektor pariwisata halal yang berkelanjutan dan berdaya saing global.


