UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan informatif kembali diperkuat melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pendampingan Keterbukaan Informasi Publik bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (17/6/2026).
Pada kegiatan strategis tersebut, Tim PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diwakili oleh Agung Ahdiansyah, yang hadir untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi keterbukaan informasi publik, penguatan layanan informasi, serta strategi menuju kampus yang semakin informatif dan dipercaya masyarakat.
Kegiatan menghadirkan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI, Dr. Thobib Al Asyhar, yang menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi.
Keterbukaan Informasi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban
Dalam paparannya, Thobib Al Asyhar menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan oleh seluruh badan publik, termasuk PTKN.
“Keterbukaan informasi itu bukan pilihan, tetapi kewajiban. Ini adalah tuntutan sebagai badan publik dan sesuai amanat undang-undang menjadi keharusan bagi kita semuanya,” tegas Thobib.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas publik.
PTKN Harus Berdaya Saing Global
Selain aspek transparansi, Thobib juga mengingatkan pentingnya daya saing perguruan tinggi di era kompetisi global.
Menurutnya, PTKN memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan kajian keislaman di tingkat internasional apabila mampu mengelola komunikasi publik dengan baik.
“Kampus jangan pernah bermimpi menjadi world class university jika tidak memiliki daya saing. Banyak kajian keagamaan yang sebenarnya memiliki daya tarik global apabila dikomunikasikan dengan baik menggunakan bahasa internasional,” ujarnya.
Website dan PPID Menjadi Garda Terdepan Melawan Hoaks
Dalam kesempatan tersebut, Thobib juga menyoroti pentingnya penguatan website dan layanan PPID sebagai sarana utama penyebaran informasi resmi kepada masyarakat.
Menurutnya, minimnya informasi resmi dari badan publik akan membuka ruang munculnya misinformasi dan disinformasi.
“Kita menghindari misinformasi dan disinformasi dengan cara keterbukaan informasi publik. Karena itu website kampus harus aktif dan pengelola PPID memiliki tanggung jawab besar terhadap hal tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa reputasi perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Agung Ahdiansyah: Menjadi Bekal Penting Menuju Kampus Informatif
Mewakili Tim PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Agung Ahdiansyah menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini memberikan banyak wawasan baru yang sangat relevan dengan upaya kampus dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik.
Menurutnya, berbagai materi yang disampaikan menjadi bekal penting dalam mempersiapkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju predikat Kampus Informatif.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang sangat komprehensif mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kami mendapatkan banyak masukan terkait penguatan website PPID, pengelolaan Daftar Informasi Publik (DIP), serta strategi menghadapi e-Monev Komisi Informasi Pusat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ujar Agung Ahdiansyah.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bagian dari budaya pelayanan yang harus terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
Komitmen UIN Siber Cirebon Perkuat Transparansi dan Pelayanan Publik
Keikutsertaan Tim PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang humanis.
Melalui penguatan PPID, optimalisasi website, serta peningkatan kualitas pengelolaan informasi publik, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya menghadirkan layanan informasi yang cepat, tepat, mudah diakses, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan Komisi Informasi Pusat.
Langkah ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis siber yang tidak hanya unggul dalam transformasi digital, tetapi juga menjadi teladan dalam implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
“Kampus yang besar bukan hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan, transparansi, dan pelayanan informasi yang prima.”
Mendukung SDGs
Kegiatan ini mendukung pencapaian:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
- SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


