UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat kualitas pembelajaran keislaman berbasis praktik melalui kegiatan Pembekalan Menjelang Simulasi dan Praktik Ibadah Manasik Haji yang diselenggarakan oleh UPT Ma’had Al-Jamiah, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Mata Kuliah Praktik Ibadah 2 ini diikuti sekitar 2.700 mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Peserta terdiri dari mahasiswa semester 4 serta sebagian mahasiswa semester atas yang belum mengikuti praktik manasik haji.
Pelaksanaan pembekalan berlangsung secara masif dengan melibatkan 38 kelas, terdiri atas 20 kelas sesi pagi pukul 08.00–12.00 WIB dan 18 kelas sesi siang pukul 13.00–17.00 WIB.
Pada sesi pagi, mahasiswa terlebih dahulu mengikuti pre-test mulai pukul 08.00–09.00 WIB untuk mengukur pemahaman awal terkait tata cara ibadah haji. Selanjutnya peserta menerima materi pembekalan manasik hingga pukul 12.00 WIB. Sementara pada sesi siang, pre-test dilaksanakan pukul 13.00–14.00 WIB dan dilanjutkan dengan materi pembekalan hingga sore hari.
Manasik Haji Jadi Mata Kuliah Wajib Berbasis Praktik
Direktur UPT Ma’had Al-Jamiah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Muhsin Riyadi, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum pembelajaran keagamaan yang wajib diikuti mahasiswa.
Menurutnya, praktik manasik haji dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori fiqih ibadah, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat Islam.
“Manasik haji merupakan bagian dari Mata Kuliah Praktik Ibadah 2 yang wajib diikuti mahasiswa. Melalui pembekalan ini, mahasiswa dibekali pemahaman yang utuh mengenai rukun, wajib, sunnah, serta filosofi ibadah haji sehingga mereka memiliki kompetensi keagamaan yang kuat dan aplikatif,” ujar Dr. Muhsin Riyadi.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu ciri khas penguatan kompetensi mahasiswa di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam berbasis siber yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
Simulasi Lapangan Libatkan 38 Kelompok
Sebagai tindak lanjut dari pembekalan tersebut, seluruh peserta akan mengikuti simulasi dan praktik ibadah manasik haji yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu.
Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, mahasiswa dibagi ke dalam 38 kelompok, dengan jumlah peserta sekitar 70 mahasiswa setiap kelompok.
Melalui simulasi tersebut, mahasiswa akan mempraktikkan secara langsung berbagai rangkaian ibadah haji, mulai dari ihram, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tahallul.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengetahui teori ibadah haji dari buku dan ruang kelas, tetapi juga memahami praktiknya secara langsung. Dengan demikian mereka memiliki pengalaman spiritual, akademik, dan praktis yang lebih mendalam,” tambahnya.
Tanamkan Nilai Spiritual, Kepemimpinan, dan Kebersamaan
Lebih lanjut, Dr. Muhsin Riyadi menegaskan bahwa kegiatan manasik haji bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa.
Menurutnya, ibadah haji mengandung banyak nilai pendidikan yang relevan dengan kehidupan modern, seperti disiplin, kepemimpinan, kesabaran, tanggung jawab, kesetaraan, serta semangat persaudaraan universal.
“Haji mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat penting. Semua manusia berdiri sama di hadapan Allah tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa agar menjadi pribadi yang religius, moderat, inklusif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Wujud Implementasi SDGs di Lingkungan Kampus
Pelaksanaan pembekalan dan praktik manasik haji juga menjadi bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik dan penguatan kompetensi keagamaan mahasiswa.
- SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesehatan spiritual dan mental peserta didik.
- SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penanaman nilai kesetaraan yang menjadi ruh ibadah haji.
- SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan moderasi beragama, toleransi, dan karakter kebangsaan.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi berbagai unit akademik dalam mendukung keberhasilan pembelajaran praktik keagamaan.
Wujud Komitmen UIN Siber Cirebon
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan digital, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat, karakter kepemimpinan yang baik, serta kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.
Dengan melibatkan sekitar 2.700 mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi, kegiatan manasik haji tahun 2026 menjadi salah satu program penguatan kompetensi keagamaan terbesar di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus bukti nyata komitmen kampus dalam membangun generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global.


