UIN Siber Cirebon – Sinergi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan INOVASI semakin menguat dalam mendorong transformasi digital pendidikan madrasah. Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan Focused Group Discussion (FGD) Penyusunan Panduan Piloting Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Siber SBSN.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat KSKK Madrasah di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan panduan implementasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di madrasah sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Transformasi Madrasah
FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Kementerian Agama, akademisi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, hingga mitra strategis seperti INOVASI dan Yayasan Sukma. Hadir pula perwakilan Direktorat GTK Madrasah, Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, guru, serta kepala madrasah binaan.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FITK UIN SSC, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., dan mendapatkan arahan langsung dari Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang menekankan pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam merespons perkembangan teknologi digital.
Rumusan Awal Panduan Koding dan AI
Selama FGD, peserta secara kolaboratif menyusun outline hingga menyepakati sejumlah poin penting dalam panduan pilot KKA. Diskusi dilakukan melalui brainstorming, kerja kelompok, serta pemaparan hasil.
Beberapa kesepakatan utama yang dihasilkan antara lain:
- Regulasi: Koding dan kecerdasan artifisial mulai diakomodasi sebagai bagian pembelajaran melalui skema piloting bersama mitra
- Model Piloting: Penentuan aspek yang diuji serta penyusunan theory of change sebagai dasar implementasi
- Komponen Inti: Berpikir komputasional, literasi digital, etika AI, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial
Program ini ditargetkan mulai diimplementasikan pada semester mendatang dengan pendekatan bertahap sesuai kesiapan madrasah.
Fokus Implementasi di Madrasah Ibtidaiyah
Wakil Dekan I Bidang Akademik FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., menegaskan bahwa tahap awal piloting difokuskan pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Ia menyampaikan bahwa FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama INOVASI siap mendukung implementasi program tersebut, baik dari sisi akademik maupun pendampingan lapangan.
Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi dan Pengembangan Digital (PIPD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Heru Mudiyanto, M.Pd., menekankan bahwa pembelajaran KKA tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan soft skills seperti berpikir logis, problem solving, dan kesiapan belajar berkelanjutan.
Model Pembelajaran Adaptif dan Berbasis Nilai
Dalam diskusi, Prof. Ismunandar mengusulkan model pembelajaran yang mengombinasikan pendekatan plugged (menggunakan perangkat digital) dan unplugged (tanpa perangkat). Pendekatan ini disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing madrasah.
Pembelajaran dirancang untuk siswa kelas 5–6 dengan alokasi dua jam pelajaran per minggu, menggunakan metode berbasis permainan dan proyek untuk meningkatkan logika, kreativitas, dan literasi digital dasar.
Menariknya, pembelajaran KKA di madrasah juga akan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan agama sebagai ciri khas, sehingga teknologi tidak lepas dari landasan etika dan karakter.
Pemerintah juga memberikan fleksibilitas kepada madrasah dalam implementasi, termasuk opsi memulai melalui kegiatan ekstrakurikuler atau proyek jika sarana dan SDM belum sepenuhnya siap.
Menuju Panduan Komprehensif dan Implementatif
Melalui FGD ini, diharapkan tersusun panduan pilot KKA yang komprehensif dan aplikatif sebagai acuan nasional dalam implementasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di madrasah.
Direktorat KSKK Madrasah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan mampu membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21.
Sinergi antara kampus, pemerintah, dan mitra pembangunan ini sekaligus menegaskan peran strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat inovasi pendidikan berbasis teknologi dan nilai.


