UIN Siber Cirebon — Memasuki rangkaian bimbingan persiapan kerja, UPT Pengembangan Karier UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar pertemuan perdana kelas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Mastery pada Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini mendapat sambutan positif. Lebih dari 300 peserta, yang terdiri dari mahasiswa hingga alumni, mengikuti pembekalan secara intensif. Sesi tersebut dipandu pakar edukasi Arif Ady Setiawan, S.Pd., M.Pd.
Program TWK Mastery dirancang untuk membantu peserta lebih siap menghadapi seleksi kerja, khususnya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan instansi kedinasan.
Materi pembelajaran disesuaikan dengan standar kisi-kisi resmi KepmenPANRB Nomor 321 Tahun 2024. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diajak memahami materi, tetapi juga mengenali pola soal dan strategi mengerjakannya.
TWK Bukan Sekadar Tes, tetapi Pembentukan Karakter
Kepala UPT Pengembangan Karier UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono, M.Pd.I., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta serta kolaborasi dengan tim Brofesional dalam pelaksanaan sesi perdana.
Menurutnya, wawasan kebangsaan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar materi untuk memperoleh nilai tinggi dalam ujian.
“Kami ingin memastikan lulusan UIN Siber Cirebon tidak hanya siap secara teknis untuk lolos seleksi kerja, tetapi juga memiliki integritas, rasa nasionalisme yang kuat, serta karakter kebangsaan yang kokoh saat berada di dunia profesional,” ujar Wahyono.
Ia menilai, pemahaman terhadap wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dalam membentuk calon profesional yang mampu bekerja dengan tanggung jawab dan menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
Bedah Lima Pilar TWK
Pada sesi inti, Coach Arif Ady Setiawan membahas lima aspek utama TWK, yaitu nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara.
Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari konsep dasar hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta juga diajak memahami bagaimana nasionalisme dan integritas dapat memengaruhi cara berpikir serta pengambilan keputusan.
Pada materi bela negara, peserta dikenalkan dengan konsep Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang dapat dihadapi masyarakat di era modern.
Sementara itu, pembahasan pilar negara mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Peserta juga memperoleh pemahaman tentang kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Peserta Langsung Berlatih Mengerjakan Soal
Tidak hanya teori, sesi TWK Mastery juga diisi dengan simulasi soal.
Coach Arif memberikan strategi memilih jawaban, cara menyaring pilihan yang paling tepat, serta teknik mengatur waktu agar peserta dapat mengerjakan soal secara efektif.
Menurutnya, keberhasilan menghadapi TWK tidak cukup dengan menghafal materi.
“Pembelajaran TWK tidak berfokus pada kemampuan mengingat materi belaka. Kalian harus mampu memahami konsepnya secara mendalam dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata,” jelas Arif.
Melalui program ini, UPT Pengembangan Karier UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat pendampingan bagi mahasiswa dan alumni agar lebih percaya diri menghadapi dunia kerja.
Lebih dari sekadar membantu peserta lulus tes, TWK Mastery diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berintegritas, memiliki karakter kebangsaan, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.


