UIN Siber Cirebon (Pekalongan) – Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Forum Wakil Rektor III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah PTKIN se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA II).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 Juni 2026, bertempat di Hotel Amandaru Pekalongan ini diikuti oleh perwakilan dari 18 PTKIN se-Jawa dan Madura. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, menyusun regulasi teknis, serta memastikan kesiapan pelaksanaan PORSI JAWARA II yang dijadwalkan berlangsung pada 9–13 September 2026.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut ambil bagian dalam forum tersebut dengan mengutus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, didampingi Zainal Arifin, S.Ag., Kepala Bagian Umum dan Akademik, serta Miin Sugianto, M.Pd.I, Staf Akademik.
UIN Gus Dur Sambut Kehadiran 18 PTKIN
Pada sesi pembukaan yang digelar Kamis (4/6/2026), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi PTKIN.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai kampus Islam negeri di Jawa dan Madura merupakan kehormatan besar sekaligus bukti kuatnya semangat kolaborasi antarperguruan tinggi.
“FGD ini memiliki arti yang sangat penting karena menjadi ruang silaturahmi bagi kita semua. Kehadiran 18 PTKIN di Pekalongan merupakan kehormatan besar bagi UIN Gus Dur,” ungkap Prof. Shinta.
Ia menjelaskan bahwa PORSI JAWARA II akan mengusung tema “Energi Juara Harmoni Nusantara”, yang mencerminkan semangat kompetisi sehat sekaligus penguatan persaudaraan di antara mahasiswa PTKIN.
“Semoga tidak ada perbedaan penafsiran terkait pelaksanaan PORSI JAWARA II. Yang lebih penting dari sekadar melahirkan juara adalah mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar mahasiswa PTKIN,” tambahnya.
PORSI JAWARA II Jadi Ajang Prestasi dan Silaturahim
Sementara itu, Ketua Forum PORSI JAWARA, Prof. Dr. Miftahul Huda, menegaskan bahwa esensi utama penyelenggaraan PORSI JAWARA adalah memperkuat jaringan silaturahmi mahasiswa PTKIN melalui kegiatan olahraga, seni, dan ilmiah.
Menurutnya, kompetisi memang menjadi bagian penting dalam ajang tersebut, namun nilai kebersamaan dan persaudaraan harus tetap menjadi prioritas utama.
“Pada hakikatnya PORSI JAWARA adalah ajang silaturahmi. Kita ingin mahasiswa dari berbagai PTKIN dapat bertemu, saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring yang kuat,” ujarnya.
Ia berharap PORSI JAWARA II dapat berlangsung lebih baik, lebih profesional, dan lebih meriah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Kita ingin PORSI JAWARA II berjalan lancar, sukses, dan menjadi ajang yang membanggakan. Selain melahirkan prestasi, kegiatan ini harus mampu menjadi momentum penguatan karakter, sportivitas, dan kolaborasi mahasiswa PTKIN,” tegas Prof. Miftahul Huda.
UIN Siber Cirebon Dukung Kesuksesan PORSI JAWARA II
Keikutsertaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum ini menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung suksesnya pelaksanaan PORSI JAWARA II sekaligus memperkuat sinergi antar PTKIN di wilayah Jawa dan Madura.
Melalui forum koordinasi tersebut, berbagai aspek teknis mulai dari cabang olahraga, seni, ilmiah, regulasi pertandingan, sistem penilaian, hingga mekanisme pelaksanaan dibahas secara mendalam agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, PORSI JAWARA II bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan bakat, karakter, kepemimpinan, dan jejaring mahasiswa dalam bingkai persatuan dan kebersamaan.
Dengan persiapan yang semakin matang melalui FGD Forum WR III ini, diharapkan PORSI JAWARA II mampu menjadi pesta akademik, seni, dan olahraga terbesar PTKIN se-Jawa dan Madura yang tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat harmoni dan persaudaraan di lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia.


