UIN Siber Cirebon – KKN Kelompok 11 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang partisipatif bagi mahasiswa, pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama menyusun program penguatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan desa.
FGD tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa Astanajapura, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris Desa, Kepala MI NU Putra dan MI NU Putri, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Forum ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses penyusunan program kerja KKN berbasis kebutuhan dan potensi masyarakat.
Dari Hasil Survei Menjadi Program yang Berdampak
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 11 memaparkan hasil observasi, wawancara, dan penyebaran angket yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil penggalian data menunjukkan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan literasi anak, seperti rendahnya minat baca, penggunaan gawai yang belum bijak, serta terbatasnya akses terhadap bahan bacaan.
Temuan tersebut kemudian didiskusikan bersama masyarakat untuk memperoleh perspektif yang lebih luas. Peserta FGD memberikan sejumlah masukan, di antaranya perlunya penguatan peran orang tua dalam mendampingi literasi anak, edukasi penggunaan gawai secara bijak, serta penyediaan ruang baca yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui dialog tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh masukan, tetapi juga memastikan bahwa program KKN yang dirancang benar-benar menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat.
Kolaborasi Warga Melahirkan Lima Program Penguatan Literasi
Hasil FGD menjadi dasar penyempurnaan sejumlah program kerja KKN Kelompok 11. Program tersebut meliputi Pendampingan Literasi, Perpustakaan Keliling, Penyuluhan Antibullying, Seminar SIGAP (Sinergi Orang Tua untuk Penguatan Literasi), dan Revitalisasi Pojok Baca.
Kelima program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan yang ditemukan di lapangan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya literasi.
Ketua KKN Kelompok 11, Ali Rahman Hakim, mengatakan bahwa FGD menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan dan potensi yang dimiliki masyarakat.
“Kegiatan FGD ini kami laksanakan sebagai wadah untuk berdiskusi, bertukar pikiran, serta menggali berbagai informasi, potensi, maupun permasalahan yang ada di desa. Masukan dari masyarakat akan menjadi bekal bagi kami dalam menyusun program kerja KKN agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil diskusi tersebut dapat menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk melaksanakan program yang memberikan manfaat nyata selama masa pengabdian.
Pemerintah Desa Sambut Positif Kolaborasi Penguatan Literasi
Sekretaris Desa Astanajapura, Syamsul Maarip, S.E., yang mewakili Kuwu Desa Astanajapura, Moh Jaelani Sidik, menyambut baik pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, forum dialog bersama masyarakat dapat membuka peluang munculnya gagasan baru yang mendukung kemajuan desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memunculkan ide-ide baru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Astanajapura,” ungkapnya.
Keterlibatan pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta warga menjadi modal penting agar program penguatan literasi tidak berhenti pada kegiatan mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan setelah masa KKN berakhir.
FGD Perkuat Pendekatan Participatory Action Research
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 11, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., menilai FGD merupakan tahapan penting dalam pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui pendekatan ini, masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses identifikasi masalah hingga penyusunan solusi.
“Focus Group Discussion merupakan tahapan penting dalam pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya memaparkan hasil temuan lapangan, tetapi juga membangun ruang dialog dengan masyarakat sehingga program kerja yang disusun benar-benar berangkat dari kebutuhan, potensi, dan aspirasi warga. Saya berharap seluruh program yang dihasilkan dapat dilaksanakan secara kolaboratif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut membuat proses pengabdian tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada bagaimana masyarakat dapat terlibat dalam menentukan kebutuhan dan arah pengembangan desa.
Mendukung SDGs melalui Penguatan Literasi Desa
Kegiatan FGD KKN Kelompok 11 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui upaya meningkatkan budaya literasi dan akses pembelajaran bagi anak-anak.
Selain itu, kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena pelaksanaan program dibangun melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan warga.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem literasi yang tidak hanya berlangsung selama program KKN, tetapi dapat terus tumbuh sebagai gerakan bersama masyarakat Desa Astanajapura.
Menuju Program KKN yang Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Pelaksanaan FGD menjadi langkah awal KKN Kelompok 11 dalam memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dasar kebutuhan yang jelas. Hasil diskusi bersama masyarakat akan menjadi pijakan untuk melaksanakan berbagai program penguatan literasi secara lebih terarah.
Melalui sinergi mahasiswa dan masyarakat, KKN Kelompok 11 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak sekadar menjalankan program, tetapi mampu memberikan dampak dan membuka peluang keberlanjutan bagi masyarakat Desa Astanajapura.


