UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Yayasan KADIN Provinsi Jawa Barat, kedua institusi sepakat membangun kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan kompetensi profesional, sertifikasi internasional, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan visi sebagai World Class Cyber Islamic University, yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing global.
Kolaborasi tersebut diinisiasi oleh Dr. Caswito, dosen Fakultas Syariah sekaligus Ketua Layanan Disabilitas Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui inisiatif tersebut, terbangun sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Perkuat Kompetensi Digital melalui Sertifikasi Internasional
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika melalui berbagai program sertifikasi internasional di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
Beberapa sertifikasi profesional yang akan difasilitasi dalam kerja sama ini meliputi Certified Ethical Hacker (CEH), CompTIA Security+, serta Certified Information Systems Security Professional (CISSP).
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi digital sivitas akademika sekaligus mendukung transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus siber yang siap menghadapi tantangan era digital dan revolusi industri.
Kolaborasi Nyata untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi
Kemitraan ini juga mencakup penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, praktisi dari Yayasan KADIN Jawa Barat akan berbagi pengalaman industri melalui kuliah tamu, pelatihan, dan pendampingan kepada mahasiswa. Sebaliknya, dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akan berkontribusi melalui riset, konsultasi, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri.
Dorong Dunia Kerja yang Inklusif
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas SDM, kerja sama ini juga membawa semangat inklusi sosial.
Melalui kemitraan dengan Yayasan KADIN Jawa Barat, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen memperluas peluang kerja bagi para alumni, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas.
Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen kedua lembaga dalam menciptakan kesempatan kerja yang setara, memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif.
Dihadiri Pimpinan Kedua Institusi
Penandatanganan MoU berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., mewakili Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. Turut mendampingi Ketua Senat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, serta Dr. Caswito.
Sementara dari Yayasan KADIN Provinsi Jawa Barat hadir langsung Ketua Yayasan KADIN Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KADIN Indonesia, didampingi Wakil Ketua Yayasan dan Ketua Bidang Sumber Daya Manusia.
Prof. Hajam: Kerja Sama Harus Memberikan Dampak Nyata
Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara internasional.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadirkan pendidikan yang benar-benar berdampak. Kami ingin lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi profesional melalui sertifikasi internasional serta akses yang lebih luas terhadap dunia kerja,” ujar Prof. Hajam.
Ia juga mengapresiasi perhatian Yayasan KADIN Jawa Barat terhadap pengembangan SDM yang inklusif.
“Kami menyambut baik komitmen Yayasan KADIN Jawa Barat dalam membuka kesempatan yang setara bagi seluruh lulusan, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan, keberagaman, dan kemanusiaan,” tambahnya.
Prof. Hajam berharap seluruh kesepakatan yang telah dibangun segera diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat.
Yayasan KADIN Jawa Barat Siap Cetak Talenta Global
Sementara itu, Ketua Yayasan KADIN Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi transformasi digital dan persaingan global.
Menurutnya, dunia industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga dibekali kompetensi profesional, kemampuan adaptasi, serta sertifikasi yang diakui secara internasional.
“Kami melihat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki visi yang sangat progresif sebagai Cyber Islamic University. Karena itu, kami siap berkolaborasi dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan melalui berbagai program sertifikasi internasional, pelatihan profesional, hingga pengembangan kewirausahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Yayasan KADIN Jawa Barat juga berkomitmen membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami percaya setiap orang memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Karena itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif sehingga lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, baik disabilitas maupun non-disabilitas, memperoleh kesempatan yang setara untuk berkarier dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang inovatif, kompetitif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional di era transformasi digital.
Menuju Kampus Berdampak dan Berkelas Dunia
Melalui kerja sama ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan berbagai program nyata, mulai dari peningkatan kompetensi digital, sertifikasi profesi internasional, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga perluasan kesempatan kerja bagi lulusan.
Lebih dari itu, kemitraan ini menjadi langkah strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, inovatif, berdaya saing global, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan inklusi sosial.


