UIN Siber Cirebon – Momentum Wisuda ke-V UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada hari pertama menjadi semakin istimewa. Selain melepas para lulusan untuk mengabdi di tengah masyarakat, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., juga mengukuhkan dua guru besar dalam bidang keilmuan yang strategis bagi pengembangan pendidikan Islam.
Dua akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar tersebut adalah Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Kurikulum, serta Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kehadiran dua profesor baru sekaligus memperkuat sumber daya akademik universitas yang tengah bertransformasi sebagai Cyber Islamic University.
Dua Guru Besar, Dua Keahlian Strategis
Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag., dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Kurikulum. Keilmuan tersebut memiliki posisi penting dalam memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Kurikulum menjadi jembatan yang menghubungkan tujuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan masyarakat.
Dalam konteks UIN Siber, penguatan kajian kurikulum menjadi semakin relevan. Transformasi digital menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi agar kurikulum tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Bidang ini memiliki peran penting dalam pengembangan metode dan pendekatan pembelajaran PAI yang efektif, kontekstual, dan sesuai dengan karakter peserta didik.
Di tengah perkembangan pembelajaran digital, strategi pembelajaran PAI juga dituntut semakin kreatif. Teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Guru Besar Bukan Sekadar Gelar Akademik
Pengukuhan guru besar bukan sekadar penambahan gelar akademik di depan nama. Lebih jauh, profesor memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya akademik, membimbing generasi muda, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Karena itu, lahirnya dua guru besar baru di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin memperkuat budaya akademik dan tradisi keilmuan kampus.
Kehadiran profesor juga menjadi energi baru bagi pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas pendidikan Islam.
Memperkuat Identitas Cyber Islamic University
Pengukuhan dua guru besar tersebut berlangsung di tengah perjalanan transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University.
Transformasi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia akademik yang kuat. Teknologi digital memang menjadi bagian penting dari identitas UIN Siber, tetapi kualitas pendidikan tetap bertumpu pada kekuatan keilmuan, kualitas dosen, inovasi pembelajaran, dan budaya akademik.
Karena itu, kehadiran guru besar diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pengembangan ilmu di era digital.
Kurikulum yang adaptif dan strategi pembelajaran yang inovatif menjadi dua elemen penting dalam membangun pendidikan tinggi Islam yang mampu menjawab perubahan zaman.
Wisuda ke-V Menjadi Momentum Regenerasi Akademik
Wisuda ke-V UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akhirnya memiliki makna yang lebih luas.
Di satu sisi, universitas melepas para lulusan untuk memasuki fase baru kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, kampus juga memperkuat fondasi akademiknya melalui pengukuhan dua guru besar.
Dua momentum tersebut menggambarkan satu pesan penting: pendidikan tidak pernah berhenti pada kelulusan.
Bagi para wisudawan, kelulusan merupakan awal untuk mengamalkan ilmu. Sementara bagi guru besar, pengukuhan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan dan mewariskan ilmu pengetahuan.
Dari Kampus untuk Peradaban
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bergerak membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mengintegrasikan keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengukuhan Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag., dan Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Keduanya diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi akademik universitas, tetapi juga melahirkan gagasan dan karya yang memberikan manfaat lebih luas bagi pendidikan Islam di Indonesia.
Pada akhirnya, guru besar bukanlah titik akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian intelektual yang lebih panjang.
Selamat kepada Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag. dan Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag. Semoga pengukuhan ini menjadi energi baru untuk memperkuat tradisi keilmuan, meningkatkan mutu pendidikan, dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.







