UIN Siber Cirebon — Kamus bahasa Arab ternyata bukan sekadar buku untuk mencari arti kata. Di tangan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA), kamus dapat menjadi alat penting untuk membaca, menerjemahkan, menulis, hingga melakukan penelitian.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Seminar Internasional “Kamus-Kamus Arab dan Cara Pemanfaatannya Secara Akademik” yang digelar Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kamis, 20 Agustus 2026.
Seminar berlangsung di Aula Gedung Rektorat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pukul 08.00–12.30 WIB. Kegiatan menghadirkan Dr. Rabie Mohamed Mohamed Hefny, dosen Karabük University, Türkiye, sebagai narasumber.
Menariknya, seminar ini juga dimoderatori Babou SECK, mahasiswa internasional asal Senegal. Kehadiran akademisi dari Türkiye dan mahasiswa internasional dari Senegal membuat forum berlangsung dalam suasana akademik yang semakin terbuka dan berwarna.
Kamus Bukan Sekadar Mencari Arti Kata
Dalam pemaparannya, Dr. Rabie menjelaskan bahwa pemanfaatan kamus harus dilakukan secara tepat. Mahasiswa tidak cukup hanya membuka kamus ketika menemukan kosakata yang belum dipahami.
Kamus dapat membantu mahasiswa mengetahui makna kata, sinonim, antonim, kata bermakna ganda, penggunaan kosakata, hingga informasi kebahasaan lainnya.
Mahasiswa PBA juga diperkenalkan dengan dasar-dasar leksikografi Arab, jenis-jenis kamus, metode penyusunan kamus, serta strategi menemukan kata secara cepat dan tepat.
Salah satu keterampilan penting yang dibahas adalah cara menemukan akar kata. Mahasiswa perlu memahami imbuhan, mencari bentuk dasar atau akar kata, kemudian menentukan posisi kata berdasarkan sistem penyusunan kamus.
Pengetahuan tersebut sangat berguna dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama untuk mendukung kemampuan membaca, menulis, menerjemahkan, dan penelitian.
Belajar Kamus dengan Cara yang Lebih Menarik
Seminar berlangsung interaktif. Dr. Rabie tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak mahasiswa menjawab berbagai pertanyaan.
Sejumlah mahasiswa berani tampil dan memberikan jawaban. Dita Aulia Nisa dan Abdullah Nurrahim menjadi peserta yang berhasil memberikan jawaban dengan baik. Keduanya mendapatkan apresiasi berupa buku dari narasumber.
Apresiasi sederhana tersebut membuat suasana seminar semakin hidup. Mahasiswa terdorong untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berani bertanya, menjawab, dan menyampaikan pendapat.
Dekan FITK: Pengalaman Internasional Sangat Penting
Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan seminar internasional tersebut.
Menurutnya, interaksi langsung dengan akademisi luar negeri memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa.
“Seminar internasional seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan akademisi dari luar negeri.”
Ia menilai tema kamus bahasa Arab juga sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa PBA, khususnya dalam pembelajaran dan penelitian bahasa Arab.
Sementara itu, Ketua Jurusan PBA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nanin Sumiarni, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman akademik global bagi mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa PBA mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya bersumber dari ruang kelas.”
Kamus Digital di Era Pembelajaran Siber
Salah satu pembahasan menarik dalam seminar adalah perkembangan kamus elektronik dan kamus digital.
Teknologi membuat pencarian kosakata menjadi lebih cepat dan mudah. Mahasiswa dapat mengakses kamus melalui perangkat digital dengan berbagai fitur interaktif.
Namun, Dr. Rabie mengingatkan bahwa teknologi tetap harus digunakan secara kritis. Terjemahan otomatis atau literal belum tentu sesuai dengan konteks kalimat.
Karena itu, mahasiswa perlu memahami konteks, akar kata, penggunaan kosakata, dan sumber rujukan sebelum mengambil kesimpulan.
Hal ini sejalan dengan karakter UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dan pembelajaran digital.
PBA UIN Siber Cirebon Menuju Wawasan Global
Seminar internasional ini menunjukkan semakin terbukanya ruang akademik PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap jejaring global.
Kehadiran Dr. Rabie dari Türkiye dan Babou SECK dari Senegal memberikan pengalaman lintas negara yang berharga bagi mahasiswa.
Lebih dari sekadar belajar kamus, mahasiswa mendapatkan pelajaran tentang literasi, teknologi, komunikasi, keberanian berbicara, berpikir kritis, dan wawasan global.
Melalui kegiatan seperti ini, PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat langkah menuju program studi Pendidikan Bahasa Arab yang unggul, inovatif, transformatif, berbasis teknologi, dan berwawasan internasional.
Belajar bahasa Arab tidak berhenti pada menghafal kosakata. Dengan pemanfaatan kamus yang tepat, mahasiswa dapat membuka pintu menuju ilmu, penelitian, teknologi, dan dunia yang lebih luas.


