UIN Siber Cirebon — Penelitian tidak selalu harus berhenti di ruang akademik. Ketika hasil penelitian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Semangat inilah yang dibangun melalui Penelitian dan Pengembangan Program Sinau Berkah yang diketuai Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., Ketua Yayasan Akmala Sabila sekaligus Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Penelitian tersebut melibatkan Dr. Ade Hidayat, M.Pd. dan Dr. Iis Arifudin, M.Ag. sebagai anggota tim. Program Sinau Berkah dikembangkan untuk mendorong model pendidikan yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian terhadap lingkungan, proses pembelajaran, serta keterlibatan masyarakat.
Konsep tersebut menjadi semakin relevan ketika persoalan lingkungan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sampah rumah tangga, kebersihan lingkungan, penggunaan barang sekali pakai, hingga rendahnya kebiasaan memilah sampah merupakan persoalan yang membutuhkan perubahan perilaku, bukan hanya pengetahuan.
Penelitian yang Dekat dengan Kehidupan Masyarakat
Salah satu kekuatan Program Sinau Berkah adalah upaya menjadikan lingkungan sebagai bagian dari proses pendidikan. Sekolah dan pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan positif.
Melalui pendekatan tersebut, santri, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua dapat belajar bersama mengenai cara menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana.
Mulai dari memilah sampah, mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan material yang dapat didaur ulang.
Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan pesantren. Apa yang dipelajari santri dapat dibawa pulang dan diterapkan bersama keluarga.
Dari sinilah manfaat penelitian dapat berkembang lebih luas. Pesantren menjadi titik awal, keluarga menjadi ruang penerapan, dan masyarakat menjadi lingkungan yang menerima dampaknya.
Menghubungkan Pendidikan dengan Kepedulian Lingkungan
Program Sinau Berkah juga membawa gagasan ekopedagogi, yaitu pendekatan pendidikan yang menempatkan lingkungan sebagai bagian penting dalam proses belajar.
Dengan pendekatan ini, menjaga lingkungan bukan sekadar materi pembelajaran. Anak-anak dan santri diajak mengalami langsung bagaimana sebuah lingkungan yang bersih dan sehat dapat dibangun melalui kebiasaan bersama.
Bagi masyarakat, pendekatan tersebut memiliki manfaat jangka panjang. Pendidikan lingkungan yang dimulai sejak dini dapat membantu membentuk generasi yang lebih sadar terhadap konsekuensi dari setiap tindakan terhadap lingkungan.
Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Dari Hasil Penelitian Menuju Gerakan Bersama
Kehadiran penelitian yang diketuai Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag. bersama Dr. Ade Hidayat, M.Pd. dan Dr. Iis Arifudin, M.Ag. menjadi bagian penting dalam membangun jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
Sinau Berkah diarahkan agar dapat menjadi model pembelajaran yang mudah diterapkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: menjaga lingkungan tidak harus menunggu program besar. Perubahan dapat dimulai dari rumah, sekolah, pesantren, dan lingkungan sekitar.
Jika satu orang mulai memilah sampah, satu keluarga mulai mengurangi sampah, satu sekolah membangun kebiasaan ramah lingkungan, dan satu pesantren konsisten menjalankannya, maka perubahan akan tumbuh secara perlahan tetapi nyata.
Pada akhirnya, manfaat penelitian Sinau Berkah bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi untuk membangun kebiasaan baik yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dari Cirebon, Sinau Berkah membawa harapan bahwa pendidikan dapat menjadi pintu masuk untuk menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Karena perubahan besar sering kali tidak dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama dan terus-menerus.






