UIN Siber Cirebon (Thailand) — Mahasiswa KKN Internasional FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memulai hari pertama pengabdian di Pattani, Thailand, dengan kegiatan pembelajaran di Ma’had Darul Ulum dan Ma’had Darul Qur’an, Senin, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam berbagi pengetahuan sekaligus beradaptasi dengan lingkungan pendidikan dan budaya setempat.
Di Ma’had Darul Ulum, kegiatan diikuti oleh Bayu Euro Pamungkas Putra dan Muhammad Zaki. Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan bersama peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan pembagian jadwal mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, Muhammad Zaki mendapat kesempatan mengajarkan Bahasa Melayu, sementara pembelajaran kitab fikih dan mengaji dilaksanakan secara bersama.
Sementara itu, di Ma’had Darul Qur’an, kegiatan dilaksanakan oleh Ahmad Najamuddin dan Moh. Dzikri Solahun Naqib. Setelah melakukan perkenalan dengan para peserta didik, keduanya melanjutkan kegiatan dengan memberikan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Internasional FEBI yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun interaksi langsung dengan peserta didik di lingkungan pendidikan Pattani.
Berbagi Ilmu Sekaligus Belajar Lintas Budaya
Hari pertama pengabdian menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mulai mengenal karakter peserta didik, lingkungan pembelajaran, serta kebiasaan yang berkembang di Ma’had. Interaksi secara langsung juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam menyampaikan materi di tengah lingkungan pendidikan dengan latar budaya yang berbeda.
Pimpinan Ma’had Darul Ulum, Ust. Jamal, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Internasional FEBI.
“Kami berharap mahasiswa KKN Internasional FEBI dapat ikut membantu dalam kegiatan pembelajaran di Ma’had Darul Ulum. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan tambahan pengalaman dan pengetahuan bagi para peserta didik, sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan lingkungan pendidikan di Pattani.”
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Internasional FEBI, Abdul Muizz Abdul Wadud Kasyful Anwar, M.Si., Ph.D., menilai hari pertama menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk beradaptasi sekaligus memahami lingkungan pengabdian.
“Hari pertama ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan ma’had dan mengenal karakter peserta didik. Kami berharap mahasiswa dapat menjalankan kegiatan mengajar dengan baik, aktif belajar dari lingkungan sekitar, serta menjadikan setiap proses yang dijalani sebagai bagian dari pengalaman pengabdian.”
Hal senada disampaikan DPL KKN Internasional FEBI, Usman, S.Sos., M.Si. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun komunikasi dan menghargai lingkungan tempat mereka menjalankan pengabdian.
“Kami mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Selain berbagi ilmu melalui kegiatan pembelajaran, mahasiswa juga perlu membangun komunikasi yang baik, menghargai lingkungan tempat mereka berada, dan terus belajar selama menjalankan KKN Internasional di Pattani.”
Menguatkan Pengalaman Pengabdian Internasional
Kegiatan pembelajaran di dua ma’had tersebut menunjukkan bahwa KKN Internasional menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi akademik sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kolaborasi lintas budaya.
Melalui pembelajaran Bahasa Melayu, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, fikih, dan mengaji, mahasiswa FEBI tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun hubungan dengan peserta didik dan lingkungan pendidikan di Pattani.
Hari pertama ini menjadi awal dari rangkaian pengabdian KKN Internasional FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Thailand. Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan setiap kegiatan sebagai pengalaman akademik dan sosial yang memperkuat wawasan internasional serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui aktivitas pembelajaran dan pertukaran pengetahuan. Selain itu, interaksi pendidikan lintas negara turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan hubungan dan kolaborasi dalam bidang pendidikan serta pengabdian masyarakat.


