UIN Siber Cirebon — Menjaga kebersihan dan keindahan kampus bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Di balik lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang bersih, rapi, dan nyaman, ada tim Cleaning Service (CS) atau yang akrab disebut Pasukan Biru yang bekerja secara konsisten setiap hari.
Pasukan Biru merupakan salah satu tim pendukung tata kelola UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Tugas mereka tidak hanya membersihkan debu, kotoran, sampah, halaman, dan berbagai fasilitas kampus, tetapi juga ikut menjaga lingkungan serta mendukung program kampus hijau.
Setiap Sabtu, tim memiliki agenda rutin untuk melakukan pembersihan dan pemeliharaan lingkungan. Pada pekan ini, Pasukan Biru bergerak menuju salah satu aset Barang Milik Negara (BMN) milik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Membersihkan Lahan, Merawat Aset Kampus
Tim yang dikomandoi Rismanto, atau akrab disapa Manto, melakukan pembersihan lahan dengan memotong rumput liar, membersihkan belukar, serta merapikan area sekitar aset kampus.
Manto menjelaskan kepada Humas UIN Siber Cirebon bahwa pekerjaan Cleaning Service memiliki ruang lingkup yang luas.
“Tugas kami bukan hanya membersihkan ruangan, tetapi juga menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan. Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian dan loyalitas kami kepada lembaga,” ujar Manto.
Menurutnya, agenda pembersihan aset BMN tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan dan memastikan aset lembaga tetap terawat.
Manto menambahkan, seluruh kegiatan Pasukan Biru dilaksanakan berdasarkan arahan dan bimbingan Bagian Umum dan Akademik, khususnya Nana Mulyana, SE.
Tidak Hanya Membersihkan, Pasukan Biru Juga Merawat Satwa
Menariknya, tugas Pasukan Biru tidak berhenti pada urusan kebersihan dan pemeliharaan lahan. Mereka juga ikut merawat dan memberikan makanan bagi hewan yang berada di lingkungan kampus, baik hewan yang berada di luar maupun di dalam aviary.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan kampus dan ekosistem yang ada di dalamnya.
Perawatan aviary dan pemberian pakan secara rutin menjadi bentuk sederhana tetapi nyata dalam membangun lingkungan kampus yang lebih hijau, asri, dan ramah terhadap makhluk hidup.
Nana Mulyana: Dukung Kampus Hijau dan UI GreenMetric
Nana Mulyana, SE., menegaskan bahwa aktivitas Pasukan Biru memiliki peran penting dalam mendukung gerakan kampus hijau UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Menurutnya, menjaga kebersihan, merawat tanaman, menjaga lingkungan, serta memberikan perhatian terhadap satwa merupakan bagian dari ekosistem kampus berkelanjutan.
“Pasukan Biru tidak hanya bertugas membersihkan lingkungan. Mereka juga ikut merawat dan memberikan makan hewan, baik yang berada di luar aviary maupun di dalam aviary. Ini merupakan bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan sekaligus mendukung gerakan kampus hijau dan indikator UI GreenMetric,” tegas Nana.
Ia menambahkan, program kampus hijau tidak dapat dilakukan hanya oleh satu bagian. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur lembaga agar budaya peduli lingkungan menjadi kebiasaan bersama.
“Kampus hijau harus menjadi gerakan bersama. Kebersihan, penghijauan, pengelolaan lingkungan, perawatan aset, dan kepedulian terhadap satwa harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” tambahnya.
Kerja Sederhana, Dampaknya Luar Biasa
Apa yang dilakukan Pasukan Biru mungkin terlihat sederhana. Memotong rumput, membersihkan lahan, mengangkut sampah, merapikan lingkungan, hingga memberikan pakan kepada hewan.
Namun, pekerjaan tersebut memiliki dampak besar bagi kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan kampus.
Dari lahan BMN di Desa Astapada hingga kawasan kampus dan aviary, Pasukan Biru menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah pekerjaan yang membutuhkan konsistensi, kepedulian, dan rasa memiliki.
Mereka bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi hasilnya dapat dirasakan banyak orang.
Karena kampus yang hijau bukan hanya tentang banyaknya pepohonan. Kampus hijau lahir dari kepedulian manusia yang mau merawat, menjaga, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dan di balik gerakan itu, Pasukan Biru terus bekerja.


