UIN Siber Cirebon – Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Seminar Internasional yang menghadirkan akademisi dari Malaysia.
Seminar tersebut digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, di salah satu hotel di Kota Cirebon, dengan menghadirkan Prof. Dr. Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi, Lecturer Islamic Astronomy Programme, Department Fiqh-Usul & Applied Sciences, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, Malaysia.
Kegiatan ini mengangkat tema “Digital Transformation, Islamic Law, and Global Society: Advancing Justice, Humanity, and Sustainable Civilization.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan perkembangan ilmu falak yang saat ini semakin erat bersinggungan dengan teknologi digital, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan masyarakat modern.
Perkuat Wawasan Mahasiswa Ilmu Falak
Ketua Program Studi Ilmu Falak UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Leliya, MH., mengungkapkan bahwa seminar internasional ini menjadi bagian penting dalam upaya memperluas wawasan akademik mahasiswa.
Menurutnya, ilmu falak tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi. Berbagai aktivitas seperti penentuan arah kiblat, waktu salat, kalender Hijriah, rukyat dan hisab, hingga kajian astronomi Islam kini semakin terbantu oleh perkembangan perangkat digital dan teknologi informasi.
Karena itu, mahasiswa Ilmu Falak perlu mendapatkan pengalaman belajar dari akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman internasional.
“Seminar internasional ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengenal perkembangan ilmu falak di tingkat global, sekaligus melihat bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kajian astronomi Islam,” ungkap Dr. Leliya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif melakukan penelitian dan mengembangkan inovasi di bidang Ilmu Falak.
Dekan: Mahasiswa Harus Siap Menghadapi Perubahan Zaman
Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA., dalam sambutan sekaligus membuka seminar secara resmi, menegaskan bahwa kegiatan internasional seperti ini memiliki manfaat besar bagi mahasiswa.
Menurut Dr. Edy, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori yang diperoleh di ruang kelas. Mereka juga perlu berinteraksi dengan akademisi dan praktisi dari berbagai negara agar memiliki perspektif yang lebih luas.
“Mahasiswa Ilmu Falak harus memiliki kemampuan untuk membaca perkembangan zaman. Teknologi digital memberikan banyak peluang untuk mengembangkan ilmu falak, tetapi tetap harus dibarengi dengan ketelitian ilmiah dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip syariah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran akademisi dari Universiti Malaya menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk memperoleh pengalaman akademik langsung dari perguruan tinggi bereputasi internasional.
Menurutnya, forum semacam ini juga menjadi bagian dari komitmen Fakultas Syariah dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan, riset, dan jejaring akademik.
Prof. Mohd Saiful Paparkan Perkembangan Astronomi Islam
Dalam seminar tersebut, Prof. Dr. Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi memaparkan materi yang berkaitan dengan perkembangan astronomi Islam dan relevansinya dengan transformasi digital serta kehidupan masyarakat global.
Ia mengajak peserta untuk melihat ilmu falak bukan hanya sebagai ilmu yang berkaitan dengan perhitungan astronomi untuk kepentingan ibadah, tetapi juga sebagai bidang keilmuan yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Perkembangan teknologi digital, menurutnya, memberikan peluang besar bagi pengembangan metode pengamatan, pengolahan data astronomi, serta penyampaian informasi keislaman kepada masyarakat secara lebih cepat dan akurat.
Bagi mahasiswa Ilmu Falak, perkembangan tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kompetensi. Penguasaan ilmu keislaman perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami teknologi, data, serta perkembangan astronomi modern.
Seminar internasional ini pun berlangsung dalam suasana interaktif. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menyimak pemaparan langsung dari akademisi Universiti Malaya sekaligus memperluas perspektif mengenai posisi Ilmu Falak di tengah perkembangan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Falak UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mahasiswa semakin percaya diri untuk mengembangkan keilmuan, melakukan riset, dan mengambil peran dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Seminar tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Ilmu Falak bukan ilmu yang berhenti pada masa lalu. Dengan sentuhan teknologi, riset, dan kolaborasi internasional, astronomi Islam dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat.


