UIN Siber Cirebon — Persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus dimatangkan. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pemantapan pelaksana PBAK 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Senin (24/8/2026).
Rapat dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Ketua Senat Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.A., Plt. Kepala Biro AKU H. Moh. Khuaillid, S.Pd.I., M.Pd.I., para dekan, SEMA, DEMA, serta panitia PBAK 2026. Rapat koordinasi dipandu langsung oleh Wahyono, M.Pd.I.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan PBAK dapat dipersiapkan secara matang, mulai dari fasilitas mahasiswa baru, teknis pelaksanaan, pembagian tugas, hingga alur kegiatan.
Persiapan PBAK Dibahas Secara Detail
Dalam rapat tersebut, Wahyono menjelaskan berbagai persiapan PBAK secara detail. Salah satunya berkaitan dengan pembagian kelengkapan dan fasilitas bagi mahasiswa baru yang harus dipastikan tersedia dan terdistribusi dengan baik.
Selain itu, panitia juga membahas rundown acara, pembagian peran panitia, koordinasi antarpihak, kebutuhan teknis, serta kesiapan pelaksanaan di lapangan.
Menurut Wahyono, koordinasi menjadi kunci agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama. Dengan demikian, setiap bagian dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya dan potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal.
Prof. Hajam: PBAK Harus Berkesan dan Terarah
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menekankan pentingnya kesiapan seluruh panitia dalam menyambut mahasiswa baru.
“PBAK merupakan pintu pertama mahasiswa mengenal kampus. Karena itu, seluruh proses harus dipersiapkan dengan baik, terarah, komunikatif, dan memberikan kesan positif kepada mahasiswa baru,” ujar Prof. Hajam.
Ia juga mendorong seluruh unsur yang terlibat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama. Menurutnya, keberhasilan PBAK bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika.
Masukan Peserta Jadi Bahan Pemantapan
Rapat berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan sejumlah masukan terkait teknis pelaksanaan, kesiapan fasilitas, koordinasi antarunit, pendampingan mahasiswa baru, hingga pengaturan waktu dalam setiap agenda.
SEMA dan DEMA turut memberikan masukan dari perspektif mahasiswa, terutama mengenai bagaimana menciptakan suasana PBAK yang edukatif, komunikatif, dan dekat dengan karakter mahasiswa baru.
Sementara itu, para dekan dan unsur pimpinan memberikan penguatan agar koordinasi di tingkat fakultas berjalan seirama dengan kepanitiaan utama.
Melalui rapat koordinasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan PBAK 2026 yang tertib, informatif, ramah mahasiswa, dan membangun budaya akademik sejak hari pertama.
Semangat kolaborasi menjadi kunci. Sebab, PBAK bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi langkah awal membangun pengalaman akademik yang positif di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.


