CIREBON – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (SSC) terus mematangkan persiapan menjelang Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Guna memastikan kelancaran acara, pihak kampus menggelar kegiatan “Refreshment dan Penyamaan Persepsi Tutor Digitalisasi dan Layanan Akademik pada Smart Learning PBAK 2026” di Gedung Siber lantai 4, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan para tutor dalam mendampingi mahasiswa baru, khususnya terkait pemahaman sistem pembelajaran dan ekosistem digital kampus. Mengingat total keseluruhan mahasiswa UIN SSC saat ini mencapai 16.146 orang, pengelolaan layanan akademik yang efektif dinilai sangat krusial.
Wakil Rektor I UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., dalam arahannya menyoroti pentingnya tutor memahami tiga gaya belajar mahasiswa, yakni visual, kinestetik, dan auditori. Menurutnya, meski negara maju dominan dengan gaya visual, riset di Indonesia menunjukkan pendekatan kinestetik masih menjadi kecenderungan yang kuat.
Pemahaman akan karakteristik ini diperlukan agar tutor bisa mendampingi mahasiswa baru hingga mencapai kemandirian akademik. Kemandirian tersebut mencakup penggunaan sistem pembelajaran, presensi mandiri, ujian, pengumpulan tugas, hingga pemanfaatan ragam layanan kampus.
“Mahasiswa tidak lagi hanya berinteraksi dengan kampus melalui ruang kelas, fisik, tetapi melalui ekosistem pembelajaran dan layanan digital,” tegas Dr. Ayus Ahmad Yusuf.
Sebagai pilar pendukung ekosistem tersebut, UIN SSC juga telah menyiagakan pusat bantuan digital. Pranata Komputer PUSTIKOM UIN SSC, Asep Saiwan, S.Kom., memaparkan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir jika menemui kendala teknis selama masa perkuliahan.
“Apabila menemui kendala layanan akademik selama masa perkuliahan, bisa menyampaikannya ke Helpdesk di aplikasi Helpdesk. Itu terkait seputar layanan digital dan akademik,” ujar Asep. Ia menambahkan bahwa portal bantuan tersebut dapat diakses dengan mudah melalui tautan helpdesk.uinssc.ac.id.
Integrasi Moderasi Beragama dan Ekoteologi
Selain penekanan pada literasi digital, modul “Smart Learning PBAK 2026” juga menitikberatkan pada pembentukan karakter mahasiswa. Para tutor secara khusus dibekali materi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi.
Program yang dirumuskan oleh Pengurus Rumah Moderasi Beragama UIN SSC ini akan disampaikan melalui sistem klasikal berdurasi 180 menit (3 Jam Pelajaran). Mahasiswa baru akan diajak untuk menyadari pentingnya moderasi beragama dalam berbangsa, merespons dinamika keberagamaan secara bijak, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Untuk menghindari kebosanan, proses fasilitasi ini dirancang agar tidak monoton. Para tutor dilatih untuk menggunakan aplikasi Mentimeter guna memetakan harapan dan kekhawatiran mahasiswa secara interaktif.
Di samping itu, penyampaian materi juga akan diselingi dengan berbagai ice breaking edukatif, seperti permainan “Teladani Moderasi” untuk melatih kewaspadaan terhadap ekstremisme, serta permainan “Jika-Maka” guna menanamkan posisi mahasiswa sebagai agen perubahan kelestarian lingkungan. Melalui penyamaan persepsi ini, UIN SSC berharap para tutor dapat memberikan pendampingan yang maksimal, komprehensif, dan selaras selama PBAK 2026 berlangsung.


