UIN Siber Cirebon – Visitasi pemeriksaan dokumen dan verifikasi lapangan usulan pembentukan Fakultas Sains, Teknologi, dan Industri Halal (FASTIH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya berlangsung melalui pemeriksaan administrasi dan peninjauan fasilitas. Dialog interaktif menjadi bagian penting untuk menguji sekaligus memperkuat gagasan akademik yang menjadi fondasi pembentukan FASTIH.
Forum tersebut mempertemukan pimpinan universitas, pengelola program studi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta Tim Verifikator Kementerian Agama RI. Diskusi berlangsung terbuka dan menggali berbagai aspek, mulai dari integrasi keilmuan, islamisasi sains, industri halal global, kurikulum, hingga kesiapan program studi.
Rektor: FASTIH Harus Berorientasi Halal Global
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengupas secara mendalam gagasan integrasi keilmuan dan halal global sebagai arah pengembangan FASTIH.
Menurutnya, FASTIH tidak cukup hanya menghadirkan program studi berbasis sains dan teknologi. Pengembangan fakultas harus memiliki karakter keislaman yang kuat sekaligus mampu merespons perkembangan industri halal dunia.
Integrasi keilmuan menjadi fondasi agar sains dan teknologi berkembang berdampingan dengan nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan tersebut, FASTIH diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten secara akademik sekaligus memiliki perspektif halal dan etika keislaman.
Borang FASTIH Jadi Bagian Penting Verifikasi
Sekretaris LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, H. Toheri, S.Si., M.Pd., memaparkan secara rinci borang FASTIH. Paparan tersebut menjelaskan kesiapan akademik dan kelembagaan yang dituangkan dalam dokumen usulan pembentukan fakultas.
Borang menjadi salah satu instrumen penting untuk menunjukkan bahwa gagasan pembentukan FASTIH memiliki dasar, arah, dan kesiapan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Informatika dan FASTIH: Teknologi untuk Industri Halal
Ketua Program Studi Informatika, Dr. H. Darwan, M.Kom., kemudian menjelaskan keterkaitan Informatika dengan FASTIH.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memiliki peran besar dalam ekosistem industri halal. Informatika dapat mendukung pengembangan sistem informasi, pengelolaan data, digitalisasi layanan, hingga inovasi teknologi yang dibutuhkan industri halal.
Integrasi ini membuka peluang bagi FASTIH untuk mengembangkan keilmuan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Islamisasi Sains Menjadi Identitas
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menegaskan pentingnya konsep islamisasi sains.
Menurutnya, pengembangan sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi Islam perlu tetap memiliki pijakan nilai. Sains tidak dipisahkan dari etika, moral, dan nilai keislaman.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., menegaskan bahwa integrasi keilmuan merupakan napas FASTIH.
Dari Sertifikasi UMKM hingga Industri Halal
Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Mariyah Ulfah, M.E.Sy., turut memaparkan perkembangan ekosistem halal yang telah dibangun UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Ia menyampaikan progres ribuan UMKM yang telah tersertifikasi halal serta peluang integrasinya dengan FASTIH. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghubungkan pendidikan, riset, teknologi, dan kebutuhan nyata pelaku industri halal.
Sementara itu, Dr. Azmi Azhari, S.Si., M.Si., Ketua Program Studi Tadris Kimia, memaparkan proposal FASTIH secara lebih komprehensif. Ia menjelaskan urgensi, maksud, tujuan, manfaat, serta hubungan antara pengembangan sains dengan ekosistem industri halal.
Paparan tersebut memperlihatkan bahwa FASTIH dirancang bukan sekadar sebagai fakultas baru. FASTIH diproyeksikan menjadi ruang akademik yang mempertemukan sains, teknologi, Islam, dan industri halal dalam satu ekosistem.
Dialog interaktif ini menjadi momentum penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menunjukkan bahwa pembentukan FASTIH memiliki gagasan akademik yang jelas, kebutuhan yang relevan, serta orientasi masa depan.
FASTIH bukan sekadar membentuk fakultas baru. FASTIH adalah ikhtiar menghadirkan integrasi sains dan teknologi yang bernafaskan Islam untuk menjawab kebutuhan industri halal global.










