UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Organisasi Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (MAHAPEKA) kembali menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) ke-28 sebagai bagian dari proses kaderisasi dan penguatan karakter anggota baru. Kegiatan yang berlangsung pada 9–16 Mei 2026 ini mengusung tema “Dari Alam Menjadi Jiwa yang Bertanggung Jawab”.
DIKLATSAR XXVIII menjadi wujud komitmen MAHAPEKA dalam mencetak kader pecinta alam yang tidak hanya memiliki keterampilan di bidang kegiatan alam terbuka, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kemanusiaan, serta tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif MAHAPEKA, sivitas akademika kampus, serta calon anggota baru yang menjalani proses kaderisasi. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan melalui keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian pelatihan dan praktik lapangan.
DIKLATSAR Bekali Peserta dengan Keterampilan dan Kepedulian Lingkungan
Selama pelaksanaan DIKLATSAR XXVIII, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus membangun karakter kepemimpinan dan kepedulian lingkungan.
Materi yang diberikan meliputi keorganisasian, keagamaan, kemahapekaan, konservasi sumber daya alam, serta penguatan mental dan kerja sama tim. Selain itu, peserta juga dibekali berbagai keterampilan teknis kegiatan alam bebas seperti rock climbing, rafting, caving, dan gunung hutan.
Berbagai materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai etika berkegiatan di alam terbuka sekaligus meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Praktik Lapangan Latih Mental, Disiplin, dan Kerja Sama Tim
Tidak hanya menerima pembelajaran di dalam ruangan, peserta juga mengikuti praktik lapangan dan simulasi kegiatan alam terbuka yang menjadi bagian penting dari proses pendidikan dasar MAHAPEKA.
Melalui metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, peserta diajak untuk menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kedisiplinan, ketahanan fisik, kemampuan bekerja sama, serta pengambilan keputusan dalam situasi tertentu.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keseimbangan ekosistem, kepedulian sosial, serta peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup.
MAHAPEKA Cetak Kader Berintegritas dan Berjiwa Pengabdian
Ketua Pelaksana DIKLATSAR XXVIII, Fadhli Abdurrahman, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pendidikan dasar organisasi, tetapi merupakan proses pembentukan karakter generasi muda yang memiliki kesadaran sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Kegiatan ini bukan sekadar pendidikan dasar organisasi, melainkan proses pembentukan karakter generasi muda yang memiliki kesadaran sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam,” ujarnya.
Menurutnya, alam merupakan ruang belajar yang efektif untuk menanamkan nilai tanggung jawab, solidaritas, semangat pengabdian, dan kepemimpinan kepada mahasiswa.
Melalui DIKLATSAR XXVIII, MAHAPEKA berharap mampu melahirkan kader-kader yang tangguh, berintegritas, dan siap menjadi pelopor pelestarian lingkungan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
UIN Siber Cirebon Dukung Lahirnya Generasi Peduli Lingkungan
Berakhirnya seluruh rangkaian DIKLATSAR XXVIII pada 16 Mei 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa.

Tema “Dari Alam Menjadi Jiwa yang Bertanggung Jawab” diharapkan tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi juga menjadi nilai yang terus diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendukung pengembangan organisasi kemahasiswaan yang berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, peduli lingkungan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


