UIN Siber Cirebon (Kuningan) – Menjelang dimulainya Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui UPT Ma’had Al Jami’ah terus mematangkan persiapan pembinaan mahasantri. Di sela-sela pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tutor Ma’had Al Jami’ah yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026 di Grage Sangkan Hotel, Kabupaten Kuningan, Bidang Kesantrian menggelar rapat persiapan bersama para Musyrif, Musyrifah, Mudabbir, dan Mudabbiroh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempertajam job description (pembagian tugas), memperkuat pola pembinaan mahasantri mukim, serta menyamakan persepsi seluruh tim pembina sebelum menyambut mahasiswa baru yang akan tinggal di Ma’had Al Jami’ah.
Sebanyak 46 peserta mengikuti sesi tersebut, terdiri atas 14 Musyrif dan Musyrifah (ustaz dan ustazah pembina) serta 32 Mudabbir dan Mudabbiroh (mahasantri pengurus). Seluruh peserta memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter Qur’ani.
Perkuat Sinergi Pembina dan Pengurus Ma’had
Dalam arahannya, Muwajjih Bidang Kesantrian Ma’had Al Jami’ah, H. Ismail Ridlwan, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan mahasantri tidak hanya bergantung pada program yang dirancang, tetapi juga pada sinergi seluruh unsur pembina di lapangan.
Menurutnya, Musyrif dan Musyrifah merupakan garda terdepan dalam mendampingi, membimbing, serta mengawasi perkembangan spiritual, akademik, dan karakter mahasantri. Sementara itu, Mudabbir dan Mudabbiroh memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program harian agar berjalan tertib, efektif, dan sesuai dengan tujuan pembinaan.
“Kita ingin seluruh pembina memiliki visi, semangat, dan langkah yang sama. Pembinaan yang baik lahir dari kerja sama yang solid, komunikasi yang efektif, serta komitmen untuk memberikan pendampingan terbaik kepada para mahasantri,” ujar Ismail Ridlwan.
Pertajam Tugas, Hak, dan Tanggung Jawab
Dalam rapat tersebut, Ismail Ridlwan memaparkan sejumlah poin penting yang menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pembinaan mahasantri selama satu semester ke depan.
Beberapa materi yang dibahas meliputi:
- Pola pembinaan mahasantri, sebagai acuan dalam mendampingi kehidupan akademik, ibadah, dan pembentukan karakter di lingkungan Ma’had Al Jami’ah.
- Kejelasan job description dan tugas pokok fungsi (tupoksi) agar setiap Musyrif, Musyrifah, Mudabbir, dan Mudabbiroh memahami peran serta tanggung jawabnya secara profesional.
- Hak dan kewajiban, yang menegaskan pentingnya disiplin, etika kerja, tanggung jawab, serta dukungan yang diberikan kepada seluruh pembina.
- Larangan dan sanksi, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga tata tertib, integritas, dan kualitas pembinaan di lingkungan Ma’had.
Menurut Ismail, kejelasan pembagian tugas akan memudahkan koordinasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program pembinaan selama satu tahun akademik.
Siap Sambut Mahasantri Baru dengan Pembinaan Berkualitas
Melalui rapat persiapan ini, Bidang Kesantrian berharap seluruh Musyrif, Musyrifah, Mudabbir, dan Mudabbiroh memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi teknis, mental, maupun komitmen dalam menjalankan amanah sebagai pembina mahasantri.
Persiapan yang dilakukan sejak awal diharapkan mampu menghadirkan sistem pengasuhan yang lebih terstruktur, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Ma’had Al Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis dapat menyambut Mahasantri Mukim Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dengan layanan pembinaan yang semakin berkualitas, sehingga mampu mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.





