UIN Siber Cirebon (Bogor) – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui Tim MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kampus melakukan kunjungan resmi ke Yayasan Ar-Risalah Jakarta dan Pondok Pesantren Ar-Risalah Cariu, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan pesantren melalui penguatan riset, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan lahan wakaf berbasis pertanian organik yang berkelanjutan.
Rombongan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., Ketua Tim MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Ketua Program Studi Magister dan Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN SSC. Turut mendampingi Dr. Tosuerdi, M.Pd.I., anggota tim yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam (IAI) Kanzul Ulum Kota Cirebon.
Jajaki Implementasi Hasil Riset dan Sosialisasi Pascasarjana
Selain melakukan asesmen terhadap hasil penelitian yang didanai MoRA LPDP, tim juga melaksanakan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kepada para pengurus yayasan, pengasuh pesantren, ustaz, dan tenaga pendidik.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Prof. (HC) Dr. K.H. M. Chozin Machmud, M.M., selaku Pengurus Pondok Pesantren Ar-Risalah, bersama Dr. H. Fajar Fathurahman, M.Pd., Ketua Divisi Kelembagaan.
Suasana diskusi berlangsung penuh keakraban sekaligus produktif. Salah satu fokus utama pembahasan adalah implementasi hasil riset mengenai model pertanian organik berbasis pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk alami sebagai solusi pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan ketahanan pangan pesantren.
Optimalisasi Lahan Wakaf Menjadi Kawasan Pertanian Produktif
Dalam pemaparannya, Tim MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjelaskan konsep pertanian organik berkelanjutan yang memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bahan baku pupuk sehingga mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus Pondok Pesantren Ar-Risalah yang selama ini memiliki lahan wakaf cukup luas namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut pengurus pesantren, inovasi ini membuka peluang besar untuk mengembangkan lahan wakaf menjadi kawasan pertanian produktif yang menghasilkan berbagai komoditas hortikultura, seperti cabai, bawang, terong, hingga padi.
Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini juga diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Solusi Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan Pesantren
Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjelaskan bahwa model pertanian organik yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.
Melalui sistem daur ulang limbah organik menjadi pupuk, pesantren dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghasilkan pupuk alami untuk mendukung budidaya tanaman.
Model ini dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yaitu mengurangi limbah rumah tangga dan memperkuat program ketahanan pangan berbasis pesantren.
Bekal Kewirausahaan bagi Santri
Program tersebut juga dirancang sebagai media pembelajaran bagi para santri.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses pengolahan pupuk organik, budidaya tanaman, hingga pengelolaan hasil pertanian, santri diharapkan memperoleh pengalaman praktis di bidang agribisnis, kewirausahaan, dan pelestarian lingkungan.
Keterampilan tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta memperkuat kontribusi santri ketika kembali ke tengah masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Riset dan Pengembangan SDM
Diskusi tidak hanya membahas implementasi hasil riset, tetapi juga berkembang pada peluang kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan pesantren.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kesempatan melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Selain itu, dibahas pula gagasan pengembangan sistem pendidikan terpadu satu atap, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, sehingga mampu menciptakan kesinambungan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kewirausahaan.
Yayasan Ar-Risalah Sambut Positif Kolaborasi
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan pertemuan bersama jajaran Yayasan Ar-Risalah Jakarta yang diwakili oleh Dr. H.M. Fauzi Suali, M.M.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan menyampaikan apresiasi atas berbagai gagasan yang ditawarkan Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Yayasan Ar-Risalah menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kerja sama dalam pengembangan lahan wakaf produktif, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan program pendidikan yang lebih terintegrasi.
Komitmen Hadirkan Riset yang Berdampak
Kunjungan resmi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti berbagai hasil diskusi menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Tim MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, IAI Kanzul Ulum Kota Cirebon, Yayasan Ar-Risalah Jakarta, dan Pondok Pesantren Ar-Risalah Cariu Bogor menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara konkret dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Melalui sinergi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pesantren, masyarakat, lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan nasional.



