UIN Siber Cirebon – Dosen Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wisnu Hatami, M.Pd., menjadi pemateri dalam Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila Kabupaten Cirebon, Jumat (18/9/2026). Bertempat di Point Break Cafe & Resto, kegiatan tersebut membahas pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung proses pembelajaran.
Workshop diikuti oleh guru-guru Pendidikan Pancasila Kabupaten Cirebon sebagai bagian dari pengembangan kompetensi pendidik. Kegiatan ini menjadi ruang bagi guru untuk memperkuat pemahaman mengenai pembelajaran yang mendorong peserta didik tidak sekadar aktif mengikuti kegiatan, tetapi benar-benar memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan materi yang dipelajari.
Memahami Makna Pembelajaran Mendalam
Dalam pemaparannya, Wisnu menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam perlu dipahami sebagai pendekatan yang mendorong peserta didik terlibat secara aktif dalam membangun pemahaman. Proses tersebut dapat berlangsung ketika siswa mampu menghubungkan materi dengan pengalaman, mengaplikasikan pengetahuan, serta melakukan refleksi terhadap pembelajaran.

Menurut Wisnu, aktivitas siswa yang terlihat aktif belum tentu menunjukkan bahwa pembelajaran telah berlangsung secara mendalam. Guru perlu melihat proses berpikir siswa, bagaimana pemahaman tersebut terbentuk, serta bukti belajar yang dihasilkan selama kegiatan pembelajaran.
“Guru perlu melihat apakah aktivitas yang dilakukan siswa benar-benar membawa mereka pada proses memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pembelajaran,” ujar Wisnu.
Pandangan tersebut mendorong guru untuk tidak hanya memperhatikan aktivitas yang tampak di kelas, tetapi juga mencermati kualitas proses belajar yang berlangsung di balik aktivitas tersebut.
AI sebagai Asisten Guru dalam Merancang Pembelajaran
Selain Pembelajaran Mendalam, workshop juga membahas pemanfaatan AI sebagai teknologi pendukung bagi guru. Dalam sesi praktik, AI ditempatkan sebagai asisten yang dapat membantu mempercepat proses perancangan pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru dalam mengambil keputusan.

Wisnu menekankan pentingnya memberikan konteks, memeriksa kembali hasil yang dihasilkan AI, serta menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran.
“AI bisa membantu mempercepat proses merancang pembelajaran, tetapi keputusan akhirnya tetap ada pada guru. Pertanyaannya bukan sekadar ‘AI bisa membuat apa?’, tetapi ‘apakah yang dibuat AI sesuai dengan kebutuhan siswa kita?’,” jelas Wisnu.
Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan teknologi tetap berada dalam kendali guru. AI dapat digunakan untuk membantu menghasilkan ide, menyusun rancangan, atau mengembangkan media pembelajaran, sementara guru tetap berperan dalam menentukan relevansi dan kualitas penggunaannya.
Guru Mendapatkan Inspirasi Media Pembelajaran
Peserta workshop juga memperoleh kesempatan mengenal contoh penerapan media pembelajaran yang dapat dikembangkan secara kreatif. Salah satunya melalui contoh pembuatan media ajar pop art book yang disampaikan dalam sesi kegiatan.
Salah satu peserta, Mimin Radiyah, S.Pd., menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi guru dalam memperbarui pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam.
“Kegiatan ini bermanfaat sekali karena guru perlu refreshment tentang pembelajaran mendalam. Tadi pemateri juga membawa contoh tentang pembuatan media ajar pop art book yang akan coba saya terapkan di kelas,” ungkap Mimin.
Penguatan Kompetensi Guru melalui MGMP
Kegiatan tersebut turut melibatkan Pembina MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Cirebon, Hj. Yeni Suryani K, S.Pd., M.M., serta Pengawas MGMP, H. Sutarjo. Kehadiran para pendidik dan pengelola MGMP menjadi bagian dari upaya membangun ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarguru.

Workshop MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Cirebon menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi guru seiring dengan perubahan pendekatan pembelajaran dan perkembangan teknologi. Melalui kegiatan berbagi praktik dan pemanfaatan teknologi secara tepat, guru dapat terus mengevaluasi serta mengembangkan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan pengembangan kompetensi guru ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Bermutu, terutama melalui peningkatan kapasitas pendidik dan penguatan praktik pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan AI secara kritis dan terarah juga membuka ruang bagi pengembangan inovasi pembelajaran. Dengan tetap menempatkan guru sebagai pengambil keputusan, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung untuk menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan karakteristik siswa.


