UIN Siber Cirebon – Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Salah satu dosennya, Dr. Iis Arifudin, berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1 dengan Scimago Journal Rank (SJR) 0,26.
Artikel ilmiah tersebut berjudul “The Role of Islamic Religiosity in the Quarter-Life Crisis by Mediating Self-Confidence in Islamic Religious Education Teacher Candidates” yang ditulis bersama tim peneliti lintas perguruan tinggi, yakni Sutipyo Ru’iya, Yusron Masduki, Iis Arifudin, Diah Mintarsih, dan Yahaya Niwae.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu menghasilkan riset yang tidak hanya memenuhi standar publikasi ilmiah internasional, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang tengah dihadapi generasi muda, khususnya terkait kesehatan mental dan pendidikan karakter.
Menjawab Fenomena Quarter-Life Crisis yang Semakin Banyak Dialami Generasi Muda
Penelitian ini mengangkat fenomena Quarter-Life Crisis (QLC), yaitu kondisi psikologis yang banyak dialami seseorang pada usia sekitar 20–30 tahun. Pada fase ini, banyak anak muda menghadapi tekanan mengenai karier, pendidikan, masa depan, hubungan sosial, hingga pencarian jati diri.
Tidak sedikit mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi yang mengalami kecemasan berlebihan, kehilangan arah, kurang percaya diri, bahkan merasa tertinggal dibandingkan orang lain.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya menjawab pertanyaan penting: apakah religiusitas Islam mampu membantu seseorang menghadapi Quarter-Life Crisis?
Melibatkan 201 Calon Guru Pendidikan Agama Islam
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional melalui metode survei terhadap 201 mahasiswa calon guru Pendidikan Agama Islam dari tiga perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen psikologi, yaitu:
- Skala Quarter-Life Crisis (QLC);
- Skala Religiusitas Islam;
- Skala Kepercayaan Diri (Self-Confidence).
Seluruh data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi SmartPLS 3.0, sehingga menghasilkan model analisis yang komprehensif mengenai hubungan antarvariabel.
Hasil Penelitian: Religiusitas Islam dan Percaya Diri Menjadi Benteng Menghadapi Krisis Kehidupan
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting.
Pertama, religiusitas Islam terbukti memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap Quarter-Life Crisis. Artinya, semakin baik kualitas religiusitas seseorang, maka semakin rendah tingkat kecemasan, kebingungan, dan tekanan psikologis yang dialaminya.
Kedua, religiusitas Islam terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri (self-confidence).
Ketiga, semakin tinggi rasa percaya diri seseorang, maka semakin kecil kemungkinan mengalami Quarter-Life Crisis.
Temuan yang paling menarik adalah adanya pengaruh tidak langsung religiusitas Islam terhadap Quarter-Life Crisis melalui kepercayaan diri.
Dengan kata lain, nilai-nilai religius akan semakin efektif menekan Quarter-Life Crisis apabila mampu membangun rasa percaya diri seseorang. Temuan ini menjadi salah satu kebaruan (novelty) penelitian karena belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya.
Dr. Iis Arifudin: Religiusitas dan Percaya Diri Harus Berjalan Bersama
Menanggapi keberhasilan publikasi tersebut, Dr. Iis Arifudin menjelaskan bahwa penelitian ini diharapkan menjadi referensi ilmiah dalam membangun kesehatan mental generasi muda melalui pendekatan keagamaan yang moderat dan aplikatif.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas Islam tidak hanya memperkuat hubungan spiritual seseorang dengan Allah SWT, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri yang pada akhirnya menjadi benteng dalam menghadapi Quarter-Life Crisis. Generasi muda membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan mental agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan optimistis,” ungkap Dr. Iis Arifudin.
Menurutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan karakter di perguruan tinggi maupun sekolah agar tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat ketahanan mental mahasiswa dan peserta didik.
Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini memiliki manfaat luas bagi berbagai kalangan.
Bagi mahasiswa dan generasi muda, penelitian ini memberikan pemahaman bahwa membangun religiusitas dan rasa percaya diri merupakan langkah penting untuk menghadapi tekanan hidup.
Bagi guru dan dosen, penelitian ini dapat menjadi referensi dalam merancang proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan kesehatan mental peserta didik.
Bagi orang tua, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa pendidikan agama yang baik mampu membentuk pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Sementara bagi pemerintah dan lembaga pendidikan, hasil riset ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan karakter yang lebih adaptif terhadap tantangan psikologis generasi muda.
Perkuat Reputasi Internasional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Keberhasilan publikasi pada jurnal bereputasi Scopus Q1 semakin mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang terus mendorong budaya riset berkualitas dan berdaya saing global.
Melalui penelitian-penelitian inovatif yang menjawab persoalan nyata masyarakat, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di tingkat internasional.


