UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Sertifikasi halal bukan sekadar label pada kemasan produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing usaha. Pesan inilah yang disampaikan Dr. Novianti Muspiroh, M.P., saat memberikan edukasi kepada pengunjung booth Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo di Masjid Istiqlal, Jakarta, 30 Oktober–1 November 2026.
Pada hari kedua pameran, Sabtu (31/10/2026), booth UIN Siber Cirebon tidak hanya menjadi tempat memperoleh informasi tentang pendidikan tinggi, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk memahami produk halal dan proses sertifikasi halal secara lebih dekat.
Dengan penjelasan yang komunikatif dan mudah dipahami, Dr. Novianti Muspiroh mengajak pengunjung mengenali pentingnya kehalalan produk, mulai dari bahan baku yang digunakan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pengemasan dan pendistribusian. Seluruh tahapan tersebut perlu diperhatikan agar proses produksi sesuai dengan ketentuan jaminan produk halal.
Edukasi ini menyasar masyarakat umum, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengembangkan bisnisnya. Pemahaman mengenai sertifikasi halal diharapkan membantu pelaku usaha menyiapkan produknya agar memenuhi persyaratan yang berlaku sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Sertifikat halal memberikan kepastian bahwa produk telah melalui proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang ditetapkan. Bagi pelaku usaha, sertifikasi halal juga dapat menjadi nilai tambah dalam memperluas pasar, memperkuat identitas produk, dan meningkatkan peluang memasuki rantai pasok industri halal.
Dalam sesi edukasi tersebut, pengunjung juga diperkenalkan pada pentingnya memastikan kejelasan bahan yang digunakan, menjaga kebersihan proses produksi, serta menyiapkan dokumen dan informasi usaha yang diperlukan. Pelaku UMKM perlu memahami bahwa persyaratan sertifikasi dapat berbeda sesuai jenis produk dan jalur pengajuan yang tersedia.
Melalui pendekatan edukatif ini, UIN Siber Cirebon ingin mendorong masyarakat agar tidak memandang sertifikasi halal sebagai beban administratif semata, melainkan sebagai investasi untuk membangun usaha yang lebih terpercaya, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kehadiran layanan konsultasi dan edukasi produk halal dalam IES 2026 sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional. Kampus tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu menghadirkan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal, momentum ini menjadi pengingat bahwa langkah awal dapat dimulai dengan mengenali bahan produk, memperbaiki proses produksi, dan mencari informasi mengenai prosedur sertifikasi melalui layanan resmi.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk semakin peduli terhadap kehalalan produk. Dengan pengetahuan yang tepat, pendampingan yang memadai, dan komitmen menjaga kualitas, produk lokal berpeluang tumbuh menjadi produk unggulan yang dipercaya konsumen serta mampu bersaing di pasar yang semakin luas.





