UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Booth Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo di Masjid Istiqlal, Jakarta, terus menarik perhatian berbagai kalangan. Kali ini, Imam Syaukani, S.Ag., M.H., Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, menyempatkan diri mengunjungi booth UIN Siber Cirebon, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih dekat transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis digital atau Cyber Islamic University.
Dalam kunjungannya, Imam Syaukani melihat langsung berbagai informasi dan layanan yang disediakan UIN Siber Cirebon. Booth ini tidak hanya menjadi media promosi institusi, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi dan pelayanan bagi masyarakat, mulai dari informasi pendidikan tinggi, layanan informasi publik, pengembangan karier, pemberdayaan UMKM, hingga konsultasi sertifikasi halal.
Kehadiran pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi UIN Siber Cirebon untuk menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda transformasi pendidikan Islam, penguatan ekonomi syariah, serta perluasan akses layanan pendidikan berbasis teknologi.
Dr. Novianti Muspiroh, M.P., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi UIN Siber Cirebon untuk terus memperkenalkan berbagai inovasi dan layanan kampus kepada masyarakat luas.
“Partisipasi kami dalam IES 2026 merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan UIN Siber Cirebon lebih dekat kepada masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Kami ingin menunjukkan bahwa UIN Siber Cirebon tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis digital, tetapi juga memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekosistem halal,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran kampus dalam forum nasional seperti IES 2026 juga membuka peluang untuk memperluas jejaring komunikasi dan kerja sama lintas sektor. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas.
Lebih lanjut, UIN Siber Cirebon berupaya menjadikan transformasi digital sebagai sarana untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan mudah diakses. Melalui sistem pembelajaran jarak jauh, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan layanan publik, kampus terus memperkuat perannya dalam menjawab tantangan pendidikan dan kebutuhan masyarakat di era digital.
IES 2026 yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Melalui partisipasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak. Kehadiran kampus di tengah masyarakat bukan sekadar memperkenalkan nama institusi, melainkan membangun kepercayaan, membuka peluang kolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.



