UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Persiapan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) ke-25 Tahun 2026 semakin dimatangkan. Sebagai tuan rumah, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat kesiapan penyelenggaraan konferensi internasional yang tidak hanya menjadi forum kajian keislaman, tetapi juga ruang pertemuan gagasan lintas disiplin untuk menjawab berbagai tantangan global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan AICIS+ 2026 yang berlangsung di Harris Vertu Hotel Jakarta, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026). Rapat dipandu Dr. Nur Khafid, S.Th.I., M.Sc., dan dihadiri jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI serta dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menegaskan bahwa AICIS+ 2026 harus tampil dengan cakupan keilmuan yang lebih luas dan multidisipliner. Kajian Islam perlu dipertemukan dengan perkembangan sains, teknologi, lingkungan, perdamaian, dan isu kemanusiaan sehingga mampu memberikan perspektif serta solusi terhadap persoalan masyarakat dunia.
Menurutnya, AICIS+ harus semakin dikenal luas dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi terkemuka, baik dalam maupun luar negeri.
Dengan demikian, forum ini tidak hanya menjadi ruang akademik bagi PTKIN, tetapi juga wadah kolaborasi yang mempertemukan beragam disiplin ilmu dan tradisi keilmuan.
Penguatan identitas konferensi juga menjadi perhatian Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., yang mengikuti rapat melalui Zoom. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kekhasan AICIS+ 2026 melalui identitas UIN Siber Cirebon dan karakteristik lokal Cirebon sebagai kota pesisir yang memiliki sejarah panjang peradaban Islam, kekayaan budaya, serta warisan intelektual.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., mendorong penguatan publikasi ilmiah, keterlibatan akademisi internasional, serta kolaborasi dengan jurnal-jurnal bereputasi. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan akademik AICIS+ sekaligus meningkatkan dampak dan keberlanjutan hasil pemikiran yang dihasilkan dalam konferensi.
Menindaklanjuti berbagai arahan tersebut, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengamanatkan agar seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan publikasi, mematangkan konsep pameran inovasi riset dan teknologi, serta menyiapkan berbagai agenda pendukung, termasuk pengenalan keunggulan kampus siber dan jejaring kerja sama internasional.
Melalui AICIS+ 2026, UIN Siber Cirebon juga berkesempatan memperkenalkan kekhasan Cirebon sebagai ruang perjumpaan tradisi Islam, budaya pesisir, dan perkembangan pemikiran modern. Identitas tersebut diharapkan menjadi kekuatan yang membedakan penyelenggaraan AICIS+ tahun ini sekaligus memperkaya dialog keilmuan pada tingkat global.
AICIS+ 2026 bukan sekadar konferensi akademik tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran Islam dengan sains, teknologi, budaya, dan persoalan kemanusiaan. Melalui pendekatan multidisipliner, AICIS+ diharapkan mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan peradaban yang inklusif dan berkelanjutan.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menjadi tuan rumah AICIS+ 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat rekognisi internasional sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam memiliki ruang yang luas untuk berdialog, berinovasi, dan memberikan solusi bagi tantangan dunia.







