UIN Siber Cirebon – Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga ruang untuk menyampaikan perasaan, merawat pemikiran, dan mengenali diri sendiri. Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Festival Bulan Bahasa dan Dies Natalis ke-11 Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (29/10/2026), di Ruang Auditorium Pascasarjana Lantai 3.
Mengusung tema “Bahasa yang Bergerak, Sastra yang Bernapas, dan Raga yang Bertutur”, kegiatan ini menjadi ruang perayaan bahasa sekaligus refleksi perjalanan HIMABI selama sebelas tahun. Seminar menghadirkan penulis sekaligus konten kreator Koko Dwiyanto, yang dikenal dengan nama panggung Mas Koko Ganteng, dengan moderator Dr. Nurhannah Widianti, M.d.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Tato Nuryanto, M.Pd., Wali Kota Cirebon, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Cirebon. Peserta berasal dari keluarga besar Bahasa Indonesia, pengurus HIMABI periode 2026–2027, dan masyarakat umum.
Menulis sebagai Ruang Aman untuk Mengenali Diri

Dalam seminar, Mas Koko Ganteng mengajak peserta melihat bahasa dan tulisan sebagai medium untuk menghubungkan perasaan, pengalaman, dan pemikiran. Menurutnya, menulis dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk mengungkapkan apa yang dirasakan sekaligus membangun pemahaman terhadap dirinya sendiri.
Ia juga menekankan bahwa ketakutan kerap muncul dari asumsi yang dibangun oleh diri sendiri. Karena itu, setiap individu perlu belajar menghargai diri, mengapresiasi proses yang telah dijalani, dan tidak selalu menunggu pengakuan atau ucapan terima kasih dari orang lain.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, melainkan juga tentang keberanian menyuarakan pikiran dan perasaan. Di tengah perkembangan teknologi dan media digital, berbagai platform dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan, memperluas jangkauan tulisan, serta membangun interaksi dengan pembaca.
“Manfaatkan alat dan akses semaksimal mungkin. Tetap berusaha dan biarkan Tuhan yang mengatur hasilnya,” ungkap Mas Koko Ganteng.
Pesan tersebut mendorong peserta untuk terus berkarya, memanfaatkan peluang yang tersedia, dan tidak membatasi diri oleh keraguan dalam memulai sesuatu.
Semarak Bulan Bahasa melalui Kreativitas dan Kolaborasi
Festival Bulan Bahasa HIMABI tidak berhenti pada seminar nasional. Berbagai kompetisi turut disiapkan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dan masyarakat dalam mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta mengapresiasi sastra melalui beragam medium.

Rangkaian perlombaan meliputi desain poster digital, pidato, baca puisi, hingga bulu tangkis. Perpaduan kegiatan akademik, seni, dan olahraga ini menjadi upaya membangun suasana festival yang inklusif sekaligus mempererat kebersamaan antanggota HIMABI.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, HIMABI berharap dapat meningkatkan solidaritas antarpengurus, menumbuhkan sikap kooperatif, edukatif, dan percaya diri, serta memperkuat hubungan dengan berbagai pihak. Festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan bahasa dan sastra Indonesia kepada masyarakat luas agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebelas Tahun HIMABI, Terus Bertumbuh dan Berkarya

Festival Bulan Bahasa menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak perayaan Dies Natalis ke-11 HIMABI yang dijadwalkan pada 10 November 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga refleksi atas perjalanan, kontribusi, dan semangat mahasiswa dalam menjaga eksistensi bahasa dan sastra Indonesia.

Melalui kegiatan ini, HIMABI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap bahasa dan sastra terus menjadi ruang bertumbuh bagi generasi muda. Semangat untuk menulis, berbicara, berkarya, dan mengekspresikan diri diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan literasi yang lebih luas, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia.


