Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) sukses menggelar forum diskusi bertajuk NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam). Mengangkat tema “Transformasi Digital PTKI Berbasis Moderasi Beragama untuk Mewujudkan Ekosistem Akademik Inklusif, Toleran, dan Unggul”, kegiatan ini resmi dibuka secara langsung oleh Rektor UIN SSC, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., di Auditorium Lantai 5 FITK, pada Senin (02/11/2026).

Sambutan Rektor UIN Siber Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam)
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UIN SSC memaparkan “Peta Jalan Strategi Akselerasi Transformasi Digital PTKI Berbasis Moderasi Beragama”. Roadmap ini dirancang secara bertahap, mulai dari Akselerasi & Fondasi Siber (2026), Integrasi Moderasi Beragama (2027), Ekosistem Inklusif & Toleran (2028-2029), hingga mencapai target menjadi World-Class Cyber Islamic University pada tahun 2030.
Digitalisasi sebagai Ikhtiar Memuliakan Manusia dan Sinkronisasi Anggaran
Salah satu narasumber utama, Hj. Selly Andriany Gantina, A.Md. (Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan), menegaskan bahwa digitalisasi di lingkungan PTKI bukan sekadar penggunaan aplikasi, melainkan ikhtiar memajukan ilmu dan memuliakan manusia yang berpijak pada maqashid pendidikan (Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib).

Sambutan Hj. Selly Andriany Gantina, A.Md. (Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan) pada kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam)
Ia menyoroti urgensi integrasi kompetensi abad ke-21 (4C) dengan nilai-nilai keislaman, serta pentingnya Tabayyun Digital (etika bermedia, verifikasi informasi, dan literasi data) sebagai fondasi integritas akademik. Dari sisi legislasi, Selly memaparkan dukungan anggaran dari Komisi VIII DPR RI yang menyetujui pagu Ditjen Pendidikan Islam TA 2027 sebesar Rp37,66 triliun. Ia berpesan agar anggaran tersebut tepat sasaran, menjawab kesenjangan antar-PTKI, dan setiap rupiahnya dapat dipertanggungjawabkan hingga sampai kepada penerima manfaat.
Moderasi Beragama sebagai Benteng di Ruang Siber
Sementara itu, narasumber lainnya, Drs. KH. Wawan Arwani, MA (Ketua FKUB Kabupaten Cirebon), memberikan penekanan kuat pada aspek moderasi beragama dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi. Menurut Kiai Wawan, ruang digital saat ini telah menjadi “rumah kedua” bagi generasi muda, sehingga rentan menjadi lahan subur bagi penyebaran paham ekstremisme, ujaran kebencian, dan hoaks yang mengatasnamakan agama.

Drs. KH. Wawan Arwani, MA (Ketua FKUB Kabupaten Cirebon) pada kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam)
“Transformasi digital yang masif harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai Wasathiyah (moderat). Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan bagaimana kita bersikap adil, seimbang (tawazun), dan menghormati perbedaan (tasamuh) di ruang maya,” tegas Kiai Wawan di hadapan para peserta forum.
Ia menekankan bahwa PTKI, khususnya UIN SSC, memiliki peran strategis sebagai benteng penjaga moderasi. Mahasiswa dan tenaga pendidik diharapkan tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki kedewasaan spiritual dan kesadaran kebangsaan. Kiai Wawan juga mengajak seluruh elemen kampus untuk aktif menolak segala bentuk diskriminasi dan kekerasan di ruang digital, serta menjadikan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sebagai filter utama dalam bermedia sosial.
Kolaborasi untuk Ekosistem Akademik yang Inklusif
Selain Rektor, Hj. Selly, dan KH. Wawan, forum ini juga menghadirkan Dr. H. Saifuddin, M.Ag. (Dekan FITK UIN SSC). Diskusi interaktif ini menjadi ruang dialektika yang menjembatani pemikiran para akademisi, tokoh agama, dan pemangku kebijakan.
Melalui kegiatan NGOPI ini, UIN SSC menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Integrasi antara teknologi digital, kecakapan abad ke-21, dan penguatan moderasi beragama diharapkan dapat mewujudkan ekosistem akademik yang inklusif, toleran, unggul, dan berdaya saing global.



