UIN Siber Cirebon – Menjelang penyelenggaraan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-25 Tahun 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memantapkan berbagai persiapan untuk menyambut konferensi internasional tersebut. Kesiapan akademik, rangkaian acara, pelayanan peserta, hingga dukungan teknis menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Persiapan Final panitia yang berlangsung di Gedung Siber Lantai 4, Senin (2/11/2026).
Rapat dipimpin Ketua Organizing Committee (OC), Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., yang menekankan pentingnya sinergi seluruh bidang dalam memastikan penyelenggaraan AICIS berjalan optimal. Konsolidasi ini sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan berbagai persiapan menjelang pertemuan akademik yang akan mempertemukan pemikiran dan gagasan dari berbagai kalangan.

AICIS Plus Perkuat Integrasi Keislaman, Sains, dan Teknologi
Dalam arahannya, Dr. Ayus Ahmad Yusuf menyampaikan sejumlah hasil evaluasi dan koordinasi bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama RI di Jakarta. Penguatan publikasi, penjajakan roadshow ke perguruan tinggi umum, serta penyiapan instalasi lorong visual di pintu gerbang utama menjadi bagian dari arahan strategis yang ditindaklanjuti panitia.
Perhatian juga diarahkan pada penguatan unsur sains dan teknologi (saintek) sebagai karakter utama AICIS Plus. Integrasi keilmuan Islam dengan perkembangan sains dan teknologi menjadi salah satu upaya memperluas cakrawala pembahasan sekaligus memperkuat relevansi konferensi terhadap dinamika keilmuan global.
Dari sisi akademik, proses seleksi artikel oleh Steering Committee (SC) telah diselesaikan. Artikel terpilih selanjutnya dipersiapkan untuk dimuat dalam guidebook dan petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan konferensi. Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran agenda akademik dan memberikan informasi yang komprehensif bagi para peserta.
Rangkaian Acara Semakin Dimantapkan
Koordinator Bidang Acara dan Persidangan, Dr. Debi Fajrin Habibi, M.Pd., menyampaikan bahwa persiapan rangkaian kegiatan telah memasuki tahap akhir dengan progres rundown mencapai 99,9 persen. Berbagai agenda dirancang untuk menghadirkan pengalaman konferensi yang terstruktur sekaligus memberikan ruang interaksi bagi para peserta dan pemangku kepentingan.
Semangat 25 tahun perjalanan AICIS juga akan menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan. Konferensi ini direncanakan menghadirkan video perjalanan AICIS, atraksi seni angklung, laser mapping, serta Tari Nusantara. Perpaduan unsur akademik dan budaya tersebut diharapkan memberikan kesan tersendiri bagi peserta sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia di forum internasional.
Kesiapan pelayanan dan protokoler turut diperkuat untuk mendukung kenyamanan peserta selama kegiatan. Dra. Ida Nor Qosim, M.Pd.I., selaku Koordinator Liaison Officer (LO) dan Protokoler, berperan dalam mengoordinasikan pendampingan peserta serta memastikan kebutuhan protokoler berjalan sesuai rencana.
Kesiapan Sarana dan Mobilitas Dukung Kelancaran Konferensi
Di balik rangkaian agenda akademik dan seremoni, kesiapan sarana prasarana serta transportasi menjadi elemen penting dalam mendukung penyelenggaraan konferensi. Zainal Arifin, S.Ag., selaku Koordinator Transportasi dan Sarana Prasarana, turut mengawal pematangan kebutuhan fasilitas dan mobilitas untuk menunjang kelancaran kegiatan.
Koordinasi lintas bidang terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai kebutuhan selama konferensi berlangsung. Dengan dukungan fasilitas dan pelayanan yang terintegrasi, panitia berupaya menghadirkan lingkungan konferensi yang kondusif bagi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Antusiasme Pemakalah Dorong Kesiapan Persidangan

Tingginya minat pemakalah menjadi salah satu aspek yang turut diperhitungkan dalam pematangan persidangan. Sekitar 60 persen peserta terkonfirmasi akan mengikuti konferensi secara langsung (offline). Untuk mendukung pelaksanaan sesi paralel, panitia menyiapkan 10 ruangan di Gedung Siber serta mengantisipasi penggunaan ruang tambahan di fakultas terdekat.
Efektivitas persidangan juga menjadi perhatian melalui pengaturan waktu presentasi selama 3–5 menit bagi setiap pemakalah. Panitia memastikan kesiapan materi dan perangkat pendukung agar setiap sesi dapat berlangsung tertib, efektif, dan sesuai jadwal.
Melalui koordinasi final ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin memperkuat kesiapan sebagai tuan rumah AICIS+ ke-25 Tahun 2026. Sinergi seluruh panitia diharapkan mampu menghadirkan konferensi internasional yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga memperluas pertukaran gagasan, memperkuat jejaring akademik, dan mendorong kontribusi keilmuan Islam di tingkat global.


