Rektor Prof. Aan Jaelani Tegaskan Kampus Harus Jadi Benteng Moderasi dan Mitigasi Radikalisme
UIN Siber Cirebon — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Stadium General bertema “Transformasi Pendidikan Islam melalui Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Kehidupan Harmonis” pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani.
Stadium General ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat pendidikan Islam moderat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global serta dinamika masyarakat multikultural di era digital.
Rektor UIN Siber Cirebon: Moderasi Beragama Jadi Fondasi Pendidikan Islam Masa Depan
Dalam sambutannya sekaligus pengantar materi, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag. menyampaikan materi bertajuk:
“Peta Jalan Strategi Penguatan Moderasi Beragama untuk Mitigasi Kekerasan Agama dan Radikalisme di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon”
Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang toleran, inklusif, dan mampu menjadi benteng terhadap berkembangnya paham radikalisme, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan Islam di era digital tidak cukup hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memperkuat karakter kebangsaan, nilai toleransi, serta harmoni sosial.
“Transformasi pendidikan Islam harus diarahkan pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama agar mampu melahirkan masyarakat yang damai, terbuka, dan berkeadaban,” ungkap Prof. Aan Jaelani.
Menurutnya, penguatan moderasi beragama perlu menjadi bagian integral dalam seluruh proses pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, moderat, dan mampu menjaga persatuan bangsa.
Staf Khusus Menteri Agama RI Soroti Pentingnya Dialog Lintas Agama
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, H. Gugun Gumilar, selaku Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya dialog lintas agama sebagai fondasi sosial dalam menjaga persatuan Indonesia yang majemuk.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama.
Ia juga mengutip pesan universal dari berbagai tradisi keagamaan, termasuk:
- Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang pentingnya saling mengenal antarsuku dan bangsa
- Injil Markus 12:31 tentang ajaran mencintai sesama manusia
“Kerukunan bukan sekadar konsep sosial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh manusia,” ujarnya.
Trilogy of Harmony Jadi Fondasi Kehidupan Damai dan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, H. Gugun Gumilar juga memperkenalkan konsep:
Trilogy of Harmony
Konsep ini mencakup tiga aspek utama:
- Harmoni manusia dengan Tuhan
- Harmoni manusia dengan sesama
- Harmoni manusia dengan alam
Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai, beretika, dan berkelanjutan.
Ia menilai tantangan kehidupan sosial saat ini semakin kompleks, mulai dari:
- Mengedepankan emosi dibanding dialog
- Meningkatnya kesalahpahaman antarkelompok
- Rendahnya empati sosial
- Polarisasi di media digital
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang besar untuk memperkuat solidaritas sosial dan kolaborasi lintas komunitas.
“Generasi muda harus menjadi agen perubahan dan penjaga harmoni bangsa di tengah tantangan global dan era digital,” tegasnya.
Kepemimpinan Transformatif Jadi Kunci Generasi Masa Depan
Selain membahas moderasi beragama, narasumber juga menyoroti pentingnya membangun kepemimpinan transformatif bagi generasi muda.
Ia memperkenalkan tiga prinsip utama kepemimpinan:
- Semangat mencari ilmu pengetahuan
- Integritas dalam membangun kepercayaan
- Pengabdian kepada negara dan kemaslahatan bersama
Ketiga prinsip tersebut dinilai sangat penting dalam mencetak pemimpin masa depan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Sivitas Akademika Antusias Ikuti Diskusi Moderasi Beragama
Kegiatan Stadium General ini diikuti secara antusias oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas implementasi moderasi beragama dalam:
- Dunia pendidikan
- Kehidupan sosial masyarakat
- Penguatan karakter generasi muda
- Tantangan media digital dan globalisasi
Melalui kegiatan ini, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam moderat yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat harmonis dan berkeadaban.







