UIN Siber Cirebon (Selangor, Malaysia) — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) terus memperluas jejaring internasional. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan Ma’had Al-Qur’an Darussalam (MADAS), Selangor, Malaysia.
Kemitraan ini diarahkan untuk memperluas international mobility program bagi mahasiswa dan dosen. Salah satu rencana utama yang dibahas adalah menjadikan MADAS sebagai salah satu lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai 2027.
Penguatan kerja sama tersebut dilakukan saat pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkunjung ke MADAS, Selangor, pada Kamis (6/8/2026). Delegasi dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., bersama Dekan FUA Dr. Anwar Sanusi, M.Ag. dan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Erfan Gazali.
Rombongan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon disambut langsung oleh Pendiri MADAS Ustadz Syarifudin bin Mustofa, Pimpinan Pondok Ustadz Suhairi bin Ridwan, serta pengajar MADAS Ustadz Haziq.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Selain mempererat silaturahmi, kedua pihak membahas sejumlah program konkret untuk mengembangkan kerja sama akademik dan pengabdian lintas negara.
MADAS Diproyeksikan Jadi Lokasi KKN Internasional 2027
Salah satu agenda utama yang mendapat perhatian adalah rencana penempatan MADAS sebagai lokasi KKN Internasional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 2027.
Program ini diharapkan memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan pendidikan Islam di Malaysia.
Melalui KKN Internasional, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global.
Bagi FUA, program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif internasional.
Tidak Hanya KKN, Ada Beasiswa hingga PJJ
Kerja sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan MADAS tidak berhenti pada rencana KKN Internasional. Kedua lembaga juga membahas sejumlah peluang program lain yang berpotensi memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, santri, guru, dan lulusan.
Beberapa agenda yang dibahas antara lain:
- Beasiswa bagi santri MADAS yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal lima juz untuk melanjutkan studi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
- Kesempatan bagi guru MADAS mengikuti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
- Penempatan MADAS sebagai laboratorium praktik mahasiswa.
- Pengembangan program pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
- Peluang bagi lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk berkontribusi dan mengembangkan karier di MADAS.
- Penguatan kerja sama akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial. Sebaliknya, kemitraan dibangun agar menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh kedua institusi.
FUA Perluas Ruang Belajar Mahasiswa
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., mengatakan penguatan kemitraan dengan MADAS menjadi bagian dari komitmen FUA untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui lingkungan internasional.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan ruang belajar yang lebih luas agar mampu memahami persoalan akademik dan sosial dari perspektif yang beragam.
FUA, kata dia, akan terus memperluas jaringan mitra internasional yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Program KKN Internasional yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir juga akan terus dikembangkan dengan menghadirkan lokasi baru.
“Kehadiran MADAS sebagai mitra akan memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi pada tingkat internasional,” ujarnya.
Wakil Rektor III: Internasionalisasi Harus Menghasilkan Dampak
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menilai penguatan kerja sama dengan MADAS merupakan bagian dari strategi internasionalisasi universitas.
Kerja sama yang telah dibangun sejak 2024 kini diarahkan menuju tahap implementasi yang lebih luas. Artinya, hubungan kelembagaan tidak hanya berhenti pada komunikasi dan kunjungan, tetapi diterjemahkan menjadi program nyata bagi mahasiswa, dosen, dan kedua institusi.
“Internasionalisasi harus memberikan manfaat nyata. Mahasiswa mendapatkan pengalaman global, dosen memiliki ruang kolaborasi, dan institusi memperoleh jejaring akademik yang semakin luas,” menjadi semangat yang dikedepankan dalam penguatan kemitraan tersebut.
MADAS Siap Menjadi Mitra Strategis UIN Siber Cirebon
Pihak MADAS menyambut positif rencana pengembangan berbagai program bersama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Pendiri dan pimpinan MADAS menilai kerja sama yang telah berjalan memberikan dampak positif bagi kedua lembaga. MADAS juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung pengembangan program akademik, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan program KKN Internasional dan berbagai bentuk kolaborasi lainnya pada masa mendatang.
Dari Cirebon ke Selangor, Membuka Jalan bagi Generasi Global
Penguatan kerja sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan MADAS menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi dapat dimulai dari kemitraan yang dibangun secara konsisten dan berorientasi pada program nyata.
Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka peluang untuk belajar lintas negara, mengenal budaya baru, membangun jejaring internasional, dan mengimplementasikan ilmu secara langsung.
Sementara bagi dosen, terbuka ruang lebih luas untuk melakukan kolaborasi pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pengembangan sumber daya manusia.
Melalui kemitraan dengan MADAS, FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan komitmennya membangun ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, adaptif, dan berorientasi global.
Langkah dari Cirebon menuju Selangor ini bukan sekadar perjalanan kelembagaan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak pintu pengalaman internasional bagi generasi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.


