UIN Siber Cirebon (Weru Lor) — Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Semangat itulah yang ditunjukkan mahasiswa KKN Kelompok 108 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui inovasi pembuatan tempat sampah dari galon bekas untuk siswa SDN 1 Weru Lor, Kabupaten Cirebon.
Program tersebut terungkap saat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Tahun 2026 di Desa Weru Lor, Sabtu (8/8/2026).
Tim Monev LPPM yang diwakili Mohamad Arifin turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan program kerja mahasiswa, berdialog dengan peserta KKN, sekaligus memastikan kegiatan pengabdian berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pendampingan Produk Halal Jadi Fokus Utama
Tema Pendampingan Proses Produk Halal menjadi salah satu fokus penting KKN 108. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya membantu masyarakat memahami pentingnya jaminan produk halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendampingan dilakukan dengan mendorong masyarakat mengenali proses produk halal, mulai dari pemahaman bahan yang digunakan, proses produksi, kebersihan, pengolahan, hingga pentingnya pemenuhan persyaratan dalam proses sertifikasi halal.
Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sementara bagi pelaku usaha, pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa aspek kehalalan bukan hanya berkaitan dengan kewajiban, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya KKN 108 untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai produk halal sekaligus mendorong pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
KKN 108 Hadirkan Tempat Sampah dari Galon Bekas
Dalam dialog bersama Tim Monev, Ketua Kelompok KKN 108 Muhamad Bima Amanillah menjelaskan salah satu program kreatif yang sedang dikembangkan kelompoknya.
Mahasiswa memanfaatkan galon bekas dan memasangkannya dengan kawat jaring untuk dibuat menjadi tempat sampah. Tempat sampah tersebut nantinya ditempatkan di SDN 1 Weru Lor.
Menurut Bima, program ini tidak hanya bertujuan menyediakan fasilitas kebersihan bagi sekolah. Lebih dari itu, mahasiswa ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat terus digunakan masyarakat setelah masa KKN selesai.
“Tempat sampah ini kami peruntukkan untuk SDN 1 Weru Lor sebagai bentuk kenangan dari mahasiswa KKN 108 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kami berharap fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah,” ujar Bima.
Dibuat Kreatif agar Anak-anak Suka
Ada alasan khusus mengapa mahasiswa memilih membuat tempat sampah dengan desain yang lebih menarik.
Bima menjelaskan, tempat sampah tersebut sengaja dimodifikasi agar memiliki tampilan yang lebih kreatif sehingga dapat menarik perhatian siswa.
Harapannya, siswa tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga terdorong untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
“Kami ingin siswa-siswi lebih tertarik untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena itu, tempat sampah kami modifikasi agar lebih menarik dan disukai anak-anak,” tambah Bima.
Pendekatan tersebut menjadi cara mahasiswa KKN untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak-anak.
Monev LPPM: KKN Harus Memberikan Dampak
Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan LPPM tidak hanya melihat administrasi kegiatan. Tim juga menggali perkembangan program, tantangan di lapangan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Mohamad Arifin berdiskusi langsung dengan Ketua Kelompok KKN 108 mengenai berbagai program yang telah dan sedang dilaksanakan.
Kelompok KKN 108 sendiri mengusung tema “Pendampingan Proses Produk Halal” dan beranggotakan 15 mahasiswa. Selain program utama tersebut, mahasiswa juga menjalankan berbagai kegiatan pendidikan, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui Monev, LPPM memastikan setiap program KKN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang nyata.
Dari Galon Bekas Menjadi Edukasi Lingkungan
Program tempat sampah kreatif menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit.
Barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat diubah menjadi fasilitas yang memiliki manfaat. Pada saat yang sama, proses tersebut memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
Inovasi sederhana ini juga mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari benda yang ada di sekitar kita.
Mahasiswa KKN 108 berharap tempat sampah tersebut tidak hanya menjadi fasilitas kebersihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi siswa SDN 1 Weru Lor untuk membangun kebiasaan baik sejak dini.
KKN Berdampak, Dimulai dari Hal Sederhana
Program KKN 108 di Weru Lor menjadi gambaran bahwa mahasiswa dapat berkontribusi melalui ide sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah kreatif menghadirkan dua manfaat sekaligus: mengurangi potensi limbah dan mendorong budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan Monev, LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong agar program KKN tidak berhenti sebagai kegiatan sementara, tetapi meninggalkan pengetahuan, kebiasaan baik, dan fasilitas yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat.


