UIN Siber Cirebon — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Penerjemah dalam Mendukung Tugas Kepresidenan dan Kenegaraan”, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas Internasional FUA ini menghadirkan tiga praktisi penerjemahan dari Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg RI). FGD menjadi ruang dialog antara dunia akademik dan praktisi untuk membahas tugas, kompetensi, serta peran penerjemah dalam mendukung komunikasi di lingkungan kepresidenan dan kenegaraan.
Praktisi Setneg RI Berbagi Pengalaman
Tiga narasumber hadir dengan materi yang saling melengkapi. Ayu Wulandari, Penerjemah Ahli Madya Setneg RI, menjelaskan tugas dan fungsi Sekretariat Negara serta Asisten Deputi Naskah Penerjemahan. Paparan tersebut memberikan gambaran tentang posisi penerjemahan dalam mendukung dokumen dan berbagai kebutuhan komunikasi kenegaraan.
Sementara itu, Juli Andriana, Penerjemah Ahli Muda Setneg RI, membahas Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN), mekanisme magang, hingga pengajuan jurnal ilmiah. Materi ini memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa mengenai pengembangan kompetensi dan peluang profesional di bidang penerjemahan.
Narasumber ketiga, Syarif Hidayatullah, Penerjemah Ahli Madya Setneg RI, membahas peran penerjemah di lingkungan lembaga kepresidenan. Menurutnya, penerjemah tidak hanya bertugas mengalihkan bahasa, tetapi juga perlu memahami konteks komunikasi, budaya, serta karakteristik institusi yang menjadi lingkungan kerjanya.
Perkuat Kompetensi Mahasiswa BSA
FGD dibuka oleh Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag. Ia menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Kementerian Sekretariat Negara RI.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Ketua Jurusan BSA, Erfan Gazali, M.S.I., menyebut materi FGD memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi lulusan, khususnya dalam bidang penerjemahan.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai bahasa secara linguistik. Mereka juga perlu memahami budaya, konteks, institusi, serta kebutuhan komunikasi profesional.
FGD diikuti akademisi, para wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, serta mahasiswa FUA. Interaksi langsung dengan praktisi Setneg RI diharapkan dapat membantu mahasiswa menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik penerjemahan di dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperluas dialog akademik dan jejaring kelembagaan. Kolaborasi dengan praktisi dan institusi pemerintahan diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus membuka ruang kerja sama akademik yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.




