UIN Siber Cirebon — Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berlanjut. Setelah mendapatkan pembekalan pada hari kedua, mahasiswa baru kini dipersiapkan mengikuti pembelajaran yang lebih interaktif pada hari ketiga.
Sebanyak 70 kelas telah disiapkan untuk mahasiswa baru. Menariknya, setiap kelas akan mendapatkan pendampingan tutor secara khusus sehingga proses pembelajaran diharapkan lebih komunikatif, dekat, dan mudah dipahami.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, panitia menyiapkan 140 tutor yang terbagi menjadi 70 tutor Digital Akademik dan 70 tutor Moderasi Beragama.
Ketua Pelaksana PBAK 2026, Wahyono, M.Pd.I., mengatakan pembagian kelas dan tutor tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif bagi mahasiswa baru.
“Pada hari ketiga, mahasiswa baru akan dibagi menjadi 70 kelas. Setiap kelas akan mendapatkan dua sesi materi. Pagi hari diisi tutor dengan materi digital akademik, kemudian siang hari dilanjutkan materi moderasi beragama,” ungkap Wahyono.
70 Kelas, 140 Tutor, Dua Materi Utama
Dengan komposisi 70 kelas dan 140 tutor, setiap kelas akan mendapatkan dua pendamping sesuai materi yang diberikan.
Sebanyak 70 tutor Digital Akademik akan mendampingi mahasiswa dalam memahami ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Sementara itu, 70 tutor Moderasi Beragama akan memberikan pendampingan mengenai nilai-nilai keberagamaan yang moderat, terbuka, toleran, dan menghargai perbedaan.
Skema ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi secara satu arah. Kehadiran tutor di setiap kelas membuka ruang bagi mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman.
Dengan begitu, suasana PBAK diharapkan terasa lebih hidup dan tidak monoton.
Digital Akademik, Bekal Menjadi Mahasiswa Kampus Siber
Materi Digital Akademik menjadi bagian penting dalam PBAK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis siber, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai layanan dan teknologi akademik.
Melalui sesi ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menggunakan berbagai platform digital yang mendukung proses perkuliahan.
Kemampuan digital tersebut bukan hanya diperlukan selama menjalani studi. Lebih jauh, kecakapan digital menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia profesional yang semakin terkoneksi dengan teknologi.
Moderasi Beragama Bangun Karakter Mahasiswa
Selain keterampilan digital, mahasiswa juga membutuhkan karakter yang kuat.
Karena itu, materi Moderasi Beragama menjadi bagian penting dalam rangkaian hari ketiga PBAK 2026.
Mahasiswa diajak memahami pentingnya sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, terbuka terhadap dialog, serta menjaga harmoni di lingkungan kampus dan masyarakat.
Moderasi beragama diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam membangun hubungan sosial yang sehat di tengah keberagaman.
Tutor Menjadi Penggerak Pembelajaran
Wahyono menambahkan, tutor memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.
Dengan pendampingan yang lebih dekat, mahasiswa baru diharapkan tidak merasa sungkan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat.
140 tutor bukan sekadar pendamping kegiatan. Mereka menjadi penggerak pembelajaran yang membantu mahasiswa baru mengenal dunia akademik sekaligus membangun karakter sejak langkah pertama menjadi mahasiswa.
Melalui pola tersebut, PBAK 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru.
Lebih dari itu, PBAK menjadi ruang awal untuk membangun generasi mahasiswa yang berkarakter, moderat, mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi masa depan.
70 kelas, 140 tutor, satu semangat: mengenal kampus, membangun karakter, menguasai teknologi, dan tumbuh bersama sebagai keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.


