UIN Siber Cirebon – Pelaksanaan hari pertama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Computer Based Test (CBT) di Titik Lokasi (Tilok) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat, Senin (8/6/2026).
Sejak pagi hari, ratusan peserta dari berbagai daerah mulai memadati kawasan kampus untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang menjadi salah satu jalur favorit calon mahasiswa Indonesia tersebut.
Panitia Lokal (Panlok) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyiapkan 8 ruang ujian SSE-CBT, yang terdiri atas 4 ruang di Gedung M dan 4 ruang di Gedung K, dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang telah diuji secara menyeluruh sebelum pelaksanaan ujian.
2.603 Pendaftar Pilih Tilok UIN Siber Cirebon
Kepala UPT Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, M.A., selaku Penanggung Jawab Teknologi Informasi dan Komunikasi (PJ TIK) Panlok UM-PTKIN 2026, menjelaskan bahwa minat calon mahasiswa untuk mengikuti ujian di Tilok UIN Siber Cirebon cukup tinggi.
Menurutnya, jumlah pendaftar yang memilih Tilok UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mencapai 2.603 orang, sementara peserta yang tercatat mengikuti ujian secara langsung di lokasi sebanyak 1.981 peserta.
“Panlok UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan ujian secara maksimal. Setiap sesi diikuti sekitar 160 peserta dan dalam satu hari dilaksanakan tiga sesi ujian dengan total sekitar 480 peserta,” jelas Basiran.
Pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Siber Cirebon dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 8 hingga 13 Juni 2026, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan Panitia Nasional UM-PTKIN.
Sistem SSE-CBT Berjalan Stabil dan Tanpa Kendala
Keberhasilan pelaksanaan hari pertama tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur teknologi yang dikelola oleh UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom).
Kepala UPT TIK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Riyanto, S.Kom., M.Kom., selaku Penanggung Jawab Sistem Seleksi Elektronik (SSE), memastikan seluruh perangkat dan jaringan telah melalui proses simulasi dan pengujian berlapis.
Persiapan tersebut meliputi server utama, jaringan internet, perangkat komputer peserta, laptop cadangan, sistem keamanan data, hingga skenario mitigasi apabila terjadi gangguan teknis.
“Kami telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan pelaksanaan UM-PTKIN berjalan lancar. Infrastruktur jaringan, perangkat ujian, sistem SSE, serta skenario backup telah dipersiapkan secara maksimal sehingga peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan fokus,” ujar Riyanto.
Dengan dukungan sistem digital yang andal, pelaksanaan UM-PTKIN berbasis SSE-CBT di UIN Siber Cirebon mampu berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Utamakan Layanan Prima, Ramah Peserta dan Ramah Difabel
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., menegaskan bahwa kesuksesan pelaksanaan UM-PTKIN tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga kualitas layanan yang diberikan kepada peserta.
Menurutnya, seluruh panitia, dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan harus mengedepankan prinsip pelayanan prima selama pelaksanaan ujian berlangsung.
“Saya mengajak seluruh panitia dan sivitas akademika untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta UM-PTKIN. Jadikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang ramah, humanis, dan memberikan pengalaman positif bagi para calon mahasiswa,” ujarnya.
Dr. Ayus juga memberikan perhatian khusus terhadap peserta penyandang disabilitas agar memperoleh layanan yang setara dan aksesibilitas yang memadai selama mengikuti ujian.
“Kita harus memastikan layanan yang ramah peserta dan ramah difabel. Semua peserta memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan yang nyaman, aman, dan bermartabat. Inilah bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Transformasi Digital Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat transformasi digital dalam berbagai aspek layanan akademik, termasuk pelaksanaan seleksi mahasiswa baru.
Penerapan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berbasis Computer Based Test (CBT) menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses seleksi yang lebih modern, transparan, efisien, dan akuntabel.
Selain mendukung digitalisasi pendidikan tinggi, pelaksanaan UM-PTKIN 2026 juga selaras dengan komitmen kampus terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4 (Quality Education) – Pendidikan Berkualitas.
- SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) – Inovasi dan Infrastruktur.
- SDG 10 (Reduced Inequalities) – Mengurangi Kesenjangan melalui layanan pendidikan inklusif.
- SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) – Tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel.
Wakil Rektor III: UM-PTKIN Menjadi Gerbang Lahirnya Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menyampaikan bahwa pelaksanaan UM-PTKIN bukan sekadar proses seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga menjadi gerbang awal lahirnya generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Menurutnya, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta sebagai bagian dari upaya membangun citra kampus yang unggul, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan mahasiswa.
“UM-PTKIN merupakan momentum penting bagi para calon mahasiswa untuk menggapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh peserta memperoleh pengalaman yang positif sejak pertama kali hadir di kampus ini. Pelayanan yang ramah, profesional, dan humanis harus menjadi budaya bersama seluruh panitia,” ujar Prof. Hajam.
Komitmen Melayani Calon Mahasiswa Indonesia
Pelaksanaan hari pertama UM-PTKIN 2026 menjadi bukti kesiapan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memberikan layanan terbaik bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat, sumber daya manusia yang profesional, serta budaya pelayanan yang humanis dan inklusif, UIN Siber Cirebon optimistis mampu menyukseskan pelaksanaan UM-PTKIN 2026 hingga hari terakhir.
Sebanyak 1.981 peserta yang mengikuti ujian di Tilok UIN Siber Cirebon diharapkan dapat menjalani proses seleksi dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang mereka impikan.
Karena bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keberhasilan bukan hanya tentang kelancaran sistem, tetapi juga tentang menghadirkan pengalaman yang nyaman, ramah, dan berkesan bagi setiap calon mahasiswa yang menginjakkan kaki di kampus ini.








