UIN Siber Cirebon – Semangat pengabdian kepada masyarakat terus diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui berbagai aksi yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Salah satunya ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 yang menggelar Gerakan Mushola Bersih di Mushola Al-Ikhlas, Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada Jumat pagi (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program KKN yang tidak hanya berfokus pada penguatan literasi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, budaya gotong royong, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan melibatkan seluruh anggota kelompok, mahasiswa bergotong royong membersihkan area dalam dan luar mushola, tempat wudu, halaman, hingga fasilitas penunjang lainnya agar lebih bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat untuk beribadah.
Gerakan ini sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui aksi sederhana yang memberikan dampak langsung bagi warga Desa Barisan.
Menanamkan Nilai Kepedulian melalui Aksi Nyata
Bagi mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menjaga kebersihan rumah ibadah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam sekaligus fondasi kehidupan masyarakat yang sehat.
Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, mahasiswa berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah, sehingga tercipta lingkungan yang nyaman sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ilyasa Ramadhan, mahasiswa KKN Kelompok 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat.
“Gerakan Mushola Bersih ini bagi kami bukan sekadar kegiatan membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai mahasiswa, kami meyakini bahwa ilmu yang diperoleh di kelas tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menjaga kebersihan Mushola Al-Ikhlas merupakan bentuk pengabdian kepada Allah sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Pengabdian Mahasiswa Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., menilai kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran yang penting bagi mahasiswa dalam membangun karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi bersama masyarakat.
“Kegiatan Gerakan Mushola Bersih menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Kami berharap semangat pengabdian ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Barisan,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Barisan, H. Slamet, yang menyambut baik kontribusi mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung kebersihan lingkungan desa.
“Kami mengapresiasi kegiatan Gerakan Mushola Bersih yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini sangat positif karena selain menjaga kebersihan Mushola Al-Ikhlas, juga menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Barisan,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Mushola Bersih, mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program berskala besar, tetapi juga melalui aksi sederhana yang mampu menghadirkan manfaat nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya budaya menjaga kebersihan rumah ibadah, memperkuat semangat gotong royong, serta mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan religius.
Relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Kegiatan Gerakan Mushola Bersih mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 3 – Good Health and Well-being, melalui upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
- SDG 4 – Quality Education, dengan menanamkan pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan pembelajaran berbasis pengalaman kepada mahasiswa.
- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities, melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas publik dan rumah ibadah.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.


