UIN Siber Cirebon (Pekalongan) – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan inovasi keilmuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kembali ditunjukkan melalui kiprah dosennya di forum internasional. Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Muhammad Ikhsan Ghofur, M.A., mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Terapi Tasawuf Berbasis Siber” pada The 1st International Conference on Sufism and Psychotherapy (KOTATERAPI) 2026 yang berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan, Kamis (23/7/2026).
Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mendiskusikan perkembangan keilmuan tasawuf, psikoterapi, dan kesehatan mental berbasis nilai-nilai Islam. Dalam forum tersebut, Muhammad Ikhsan Ghofur memaparkan hasil penelitian yang dikembangkan bersama Dr. Andri Azis Putra, M.Phil. dan Pasya Komala Hiszriastuti mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai media pendukung layanan terapi tasawuf.
Penelitian ini menawarkan model layanan psikospiritual berbasis digital yang diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendampingan terapi sekaligus menjadi salah satu inovasi pengembangan layanan di lingkungan Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Mengintegrasikan Nilai Tasawuf dengan Transformasi Digital
Perkembangan teknologi informasi membuka peluang baru dalam penyelenggaraan layanan psikospiritual yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Melalui riset tersebut, tim peneliti memperkenalkan konsep Terapi Tasawuf Berbasis Siber sebagai bentuk pendampingan lanjutan (follow-up therapy) bagi klien yang sebelumnya telah menjalani terapi secara tatap muka.

Model ini dirancang bukan untuk menggantikan layanan konvensional, melainkan memperkuat kesinambungan proses terapi melalui pemanfaatan media digital secara profesional dan bertanggung jawab.
“Terapi tasawuf berbasis siber dapat diterapkan dengan syarat klien telah mengikuti layanan terapi secara offline. Hal ini penting untuk membangun hubungan terapeutik, memahami kondisi klien secara komprehensif, serta meminimalkan terjadinya kesalahan persepsi dalam proses terapi yang dilakukan melalui media digital,” jelas Muhammad Ikhsan Ghofur.
Selain memperluas akses layanan, penelitian tersebut juga menempatkan keamanan data serta perlindungan privasi pengguna sebagai prinsip utama dalam pengembangan layanan terapi berbasis digital, sehingga implementasinya tetap selaras dengan etika profesi dan nilai-nilai Islam.
Mendorong Pengembangan Layanan dan Inovasi Akademik UIN Siber
Hasil penelitian Terapi Tasawuf Berbasis Siber diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan di bidang tasawuf dan psikoterapi, tetapi juga menjadi salah satu referensi dalam pengembangan layanan di Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Konsep tersebut memiliki potensi untuk mendukung pengembangan layanan konsultasi, layanan akademik, maupun layanan terapi berbasis digital yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum ilmiah internasional ini juga menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui keterlibatan aktif pada konferensi internasional, UIN Siber terus mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, partisipasi dosen dalam forum internasional menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan riset yang inovatif dan berorientasi pada kemanfaatan.
“Kami mendukung penuh pengembangan riset dosen yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Semoga hasil penelitian ini dapat terus dikembangkan menjadi inovasi layanan yang bermanfaat dan menjadi salah satu keunggulan Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam The 1st International Conference on Sufism and Psychotherapy (KOTATERAPI) 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan riset, teknologi digital, dan nilai-nilai Islam dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan Terapi Tasawuf Berbasis Siber diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan layanan psikospiritual yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang terus melahirkan karya akademik berdampak di tingkat nasional maupun internasional.


