UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pengembangan karakter mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga melalui penguatan kesadaran akan kesehatan mental. Sejalan dengan semangat tersebut, Himpunan Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (HIMABI) melalui Departemen Bahasa menyelenggarakan Kajian Umum III bertajuk “Luka yang Tak Terlihat: Berani Mengakui, Berhenti Berpura-pura Baik-Baik Saja, dan Bercerita dengan Aman” pada Sabtu, 25 Juli 2026 secara daring melalui Google Meet.
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai fakultas ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali kondisi emosional diri, mengurangi stigma terhadap pencarian bantuan, serta membangun ruang yang aman untuk saling mendengarkan dan memberikan dukungan. Webinar dipandu oleh Ade Noval Hasbi selaku moderator dan menghadirkan Uus Husni Mahmud, S.Kp., M.Si., praktisi konseling tumbuh kembang dan pelatihan konseling, sebagai narasumber.
Mengajak Mahasiswa Mengenali Luka Emosional
Dalam pemaparannya, Uus Husni Mahmud, S.Kp., M.Si. mengajak peserta merefleksikan kondisi emosional melalui pertanyaan sederhana, “Apakah Aku Benar-benar Baik-baik Saja?” Menurutnya, keberanian untuk mengakui perasaan merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan mental dan mencegah masalah psikologis berkembang menjadi lebih serius.
Materi yang disampaikan membahas berbagai penyebab luka emosional, tanda-tanda seseorang membutuhkan dukungan, hingga pentingnya membangun kebiasaan mencari pertolongan ketika menghadapi tekanan. Narasumber juga memperkenalkan metode JEDA sebagai pendekatan sederhana dalam mengelola emosi, yaitu Jeda sejenak, Evaluasi, Definisikan kebutuhan, dan Ambil langkah kecil yang aman.
“Mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk memahami diri. Proses pemulihan dimulai ketika kita berani menerima emosi, bercerita kepada orang yang dipercaya, dan tidak ragu mencari bantuan profesional ketika diperlukan,” ungkap Uus Husni Mahmud, S.Kp., M.Si.
Membangun Ruang Aman untuk Saling Mendukung
Selain penyampaian materi, webinar juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Peserta berbagi pengalaman, menyampaikan pertanyaan mengenai tantangan kesehatan mental di lingkungan perkuliahan, serta mendiskusikan cara membangun budaya saling mendukung tanpa memberikan stigma kepada individu yang sedang mengalami tekanan psikologis.
Moderator kegiatan, Ade Noval Hasbi, menyampaikan bahwa Kajian Umum III menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa meminta bantuan kepada orang terpercaya maupun tenaga profesional merupakan langkah positif, bukan sesuatu yang perlu disembunyikan.
Wujud Kepedulian HIMABI terhadap Kesejahteraan Mahasiswa

Penyelenggaraan Kajian Umum III menjadi bagian dari komitmen HIMABI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan ruang diskusi yang edukatif dan relevan dengan dinamika kehidupan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, HIMABI berharap peserta semakin berani mengenali kondisi emosionalnya, membangun kebiasaan berkomunikasi secara sehat, serta mampu menjadi bagian dari lingkungan kampus yang lebih inklusif, suportif, dan peduli terhadap kesehatan mental.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis yang menjadi fondasi penting dalam menjalani kehidupan, proses belajar, maupun pengabdian kepada masyarakat.


