UIN Siber Cirebon – Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMAFOR) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar kegiatan Cyber Preneur Care pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi 17 Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong inovasi pengelolaan sampah menuju ekonomi kota yang berkelanjutan.
Acara dibuka melalui Opening Ceremony yang dipandu oleh Ketua Pelaksana, Nazwa Nabila. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa informatika dalam merespons isu global melalui pendekatan kritis, kreatif, dan berbasis teknologi.
“Cyber Preneur Care bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah konkret untuk membangun kesadaran dan inovasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ketua Umum HIMAFOR, Haikal Azkal Azkiya, turut menekankan pentingnya sinergi tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan, yakni ekonomi, sosial, dan energi bersih. Ia menyebut bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan solusi berkelanjutan.
Hal tersebut diperkuat oleh Kepala Program Studi Informatika, Dr. H. Darwan, M.Kom., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan ke dalam aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk pengabdian yang terukur, sekaligus bukti bahwa mahasiswa informatika mampu berkontribusi pada isu nasional, bahkan global,” jelasnya.
Memasuki sesi inti, seminar menghadirkan Solihin, S.T., M.Si., Kepala Bidang Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon. Ia membawakan materi bertajuk “Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Ekonomi Kota Berkelanjutan” yang menyoroti perubahan paradigma pengelolaan limbah.
Dalam paparannya, Solihin menjelaskan bahwa pengelolaan sampah kini tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.
“Pengelolaan sampah harus dilihat sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi kota. Dengan inovasi yang tepat, limbah dapat menjadi aset,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Dalam sesi diskusi, Solihin menyoroti pentingnya perubahan perilaku dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor memang penting, tetapi kesadaran individu tetap menjadi kunci utama. Tanpa itu, sistem yang baik sekalipun tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Ia juga menyinggung dinamika volume sampah di Kota Cirebon yang fluktuatif, sehingga membutuhkan pendekatan berbasis perubahan mentalitas masyarakat untuk menciptakan efisiensi dalam pengelolaan.
Kegiatan Cyber Preneur Care ini dirancang berlangsung selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada seminar edukatif, sementara hari kedua akan diisi dengan kegiatan pengabdian masyarakat di desa. Program tersebut mencakup edukasi literasi digital bagi siswa sekolah dasar, sebagai upaya membangun kesadaran penggunaan teknologi secara bijak sejak dini.
Melalui rangkaian kegiatan ini, HIMAFOR berharap dapat mencetak mahasiswa informatika yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan menggabungkan teknologi, kesadaran sosial, dan aksi nyata, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan masa depan kota yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.







