UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui program Humas Level Up #18 menghadirkan pembelajaran strategis bagi insan humas melalui tema “Speak to Influence – Seni Berbicara & Memengaruhi Audiens”, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui YouTube ini diikuti ratusan partisipan, dengan jumlah penonton di YouTube mencapai 2.212 orang.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–15.55 WIB tersebut menghadirkan Ispawati Asri, Widyaiswara Pusbangkom MKMB Kemenag RI, sebagai narasumber, serta Halimah Dwi Putri, Pranata Humas Kementerian Agama RI, sebagai moderator. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan kompetensi untuk menyampaikan pesan secara jelas, membangun kepercayaan audiens, dan memengaruhi melalui komunikasi yang efektif serta bertanggung jawab.
Public Speaking sebagai Kompetensi Strategis Insan Humas
Dalam materi yang disampaikan, kemampuan berbicara tidak hanya dipahami sebagai keterampilan berpidato atau menyampaikan presentasi di depan publik. Bagi praktisi hubungan masyarakat, public speaking merupakan kompetensi strategis untuk membangun pemahaman, menjaga kredibilitas, serta menyampaikan informasi kelembagaan secara meyakinkan.
Insan humas perlu mampu menyesuaikan pesan dengan karakteristik audiens, memilih pendekatan komunikasi yang tepat, dan memastikan informasi dapat dipahami dengan baik. Kompetensi tersebut dibutuhkan dalam berbagai tugas kehumasan, mulai dari penyampaian informasi institusi, presentasi program, komunikasi dengan pemangku kepentingan, hingga menghadapi pertanyaan media.
Materi ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas, strategis, dan bertanggung jawab. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan agar pesan yang disampaikan tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mengasah Teknik Berbicara dan Membangun Kepercayaan
Selain penguasaan pesan verbal, peserta mendapatkan pembahasan mengenai pentingnya bahasa tubuh, kontak mata, gerakan, ekspresi, serta penampilan dalam mendukung penyampaian pesan. Unsur komunikasi nonverbal tersebut dapat membantu pembicara tampil lebih percaya diri dan membangun hubungan dengan audiens.
Pembahasan juga mencakup cara membuka pembicaraan secara menarik, menjawab pertanyaan sulit dengan terstruktur, serta mengelola wawancara media. Dalam praktik kehumasan, keterampilan ini menjadi bekal untuk menghadapi beragam situasi komunikasi secara profesional.
Materi mengenai persuasi yang etis turut menggarisbawahi bahwa memengaruhi audiens bukan berarti memanipulasi. Komunikasi persuasif perlu dibangun melalui informasi yang dapat dipercaya, argumentasi yang relevan, dan penyampaian yang menghargai audiens.
Perkuat Kapasitas Kehumasan UIN Siber Cirebon
Partisipasi dalam kegiatan ini turut diikuti Pranata Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin dan Amelia Ayu Lestari. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi profesional dalam mendukung pelaksanaan komunikasi publik di lingkungan kampus.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, penguatan kemampuan komunikasi memiliki peran penting dalam penyampaian informasi mengenai program, layanan, kegiatan, dan capaian institusi kepada sivitas akademika maupun masyarakat luas. Pesan yang disusun dengan baik perlu didukung kemampuan menyampaikannya secara tepat agar informasi lebih mudah dipahami dan kepercayaan publik dapat terus dijaga.
Melalui Humas Level Up #18, Kemenag mendorong insan humas untuk terus meningkatkan kapasitas komunikasi sesuai dengan kebutuhan publik yang semakin dinamis. Pembelajaran ini diharapkan dapat diterapkan dalam praktik kehumasan, sehingga penyampaian informasi kelembagaan menjadi lebih efektif, persuasif, dan bertanggung jawab.


