UIN Siber Cirebon — Bagaimana menjaga kesegaran sayuran sekaligus memberi konsumen akses informasi halal yang transparan? Tiga mahasiswa Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menawarkan gagasan melalui inovasi HYDRO HALAL FRESH-TRACE, konsep kemasan cerdas untuk pakcoy hidroponik yang menggabungkan pelapis pangan, kode QR, dan indikator kesegaran.
Inovasi ini dikembangkan oleh Iif Insiyatul Jannah, Fatihatus Syifa Itsnaeni, dan Alya Maulia Adnani melalui penelitian berjudul “HYDRO HALAL FRESH-TRACE: Integrasi Edible Coating, QR Traceability, dan Kesegaran Cerdas pada Pakcoy Hidroponik untuk Mendukung Ketahanan Pangan Halal”. Penelitian tersebut dibimbing Mariyah Ulfah, M.E.Sy., dan dipersiapkan untuk ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) 2026 setelah tim lolos seleksi internal kampus.(23/10/26).
Pengembangan gagasan dilanjutkan melalui penelitian dan uji coba di Laboratorium MIPA UIN Siber Cirebon. Proses ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengubah ide ilmiah menjadi konsep inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Tiga Teknologi dalam Satu Kemasan
HYDRO HALAL FRESH-TRACE dirancang untuk menjawab dua tantangan pangan, yaitu penurunan kualitas sayuran setelah panen dan kebutuhan konsumen terhadap informasi produk yang mudah ditelusuri.
Komponen pertama adalah edible coating berbahan kitosan yang direncanakan berasal dari cangkang udang. Lapisan ini ditujukan untuk membantu memperlambat penurunan kualitas pakcoy selama penyimpanan. Efektivitas dan keamanan bahan tetap memerlukan pengujian lebih lanjut.
Kedua, QR traceability memungkinkan konsumen memindai kode QR untuk mengakses informasi budidaya, bahan dan peralatan yang digunakan, serta dokumen pendukung terkait kehalalan. Informasi halal harus tetap didasarkan pada bukti dan verifikasi yang relevan, bukan sekadar keberadaan kode QR.
Ketiga, indikator kesegaran memanfaatkan ekstrak kol ungu yang mengandung antosianin, pigmen alami yang dapat berubah warna sesuai kondisi kimia tertentu. Indikator ini dirancang untuk memberikan petunjuk visual selama penyimpanan, tetapi ketepatannya perlu divalidasi melalui pengujian kualitas sayuran.
Ketiga komponen tersebut saling melengkapi: pelapis berfokus pada perlindungan kualitas, kode QR mendukung transparansi informasi, sedangkan indikator warna membantu memantau perubahan kondisi produk.
Dari Laboratorium Menuju Manfaat bagi Masyarakat
Penelitian ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan menerapkan ilmu biologi dalam menjawab persoalan pangan. Di bawah bimbingan dosen, inovasi tersebut juga menghubungkan sains dengan nilai ekonomi Islam, terutama transparansi, tanggung jawab, dan kemaslahatan konsumen.
Ke depan, HYDRO HALAL FRESH-TRACE berpotensi dikembangkan untuk mendukung pelaku UMKM pangan. Namun, penerapannya memerlukan pengujian lanjutan terhadap keamanan bahan, efektivitas pelapis, ketepatan indikator kesegaran, keandalan informasi, dan biaya produksi.
Melalui karya ini, mahasiswa UIN Siber Cirebon menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat berangkat dari persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari laboratorium, mereka berupaya menghadirkan gagasan yang mempertemukan teknologi pangan, transparansi halal, dan pengurangan potensi limbah pangan demi sistem pangan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.



