UIN Siber Cirebon (Palir) — Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan mahasiswa KKN Kelompok 144 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
Pada Minggu sore (16/8/2026), mahasiswa KKN 144 menggelar penanaman bibit pohon dan tanaman hias di Lapangan Bola Desa Palir, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Kegiatan berlangsung pukul 15.30–17.30 WIB dan melibatkan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari program kerja KKN 144 sekaligus mendukung agenda pemecahan Rekor MURI penanaman 17.845 pohon oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Sebanyak 65 bibit dialokasikan untuk Desa Palir. Dari jumlah tersebut, 25 bibit pohon ditanam langsung di area lapangan bola sebagai tanaman peneduh dan perindang. Sementara bibit lainnya didistribusikan bersama tanaman hias untuk memperindah ruang publik di lingkungan warga.
Kemerdekaan yang Berpihak pada Lingkungan
Kegiatan penghijauan ini memiliki pesan yang lebih luas dari sekadar menanam pohon.
Mahasiswa KKN 144 ingin mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai momentum untuk membangun kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Jika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang berbeda. Salah satunya adalah menjaga lingkungan dari pencemaran, kerusakan, dan degradasi ekologis.
Pohon yang ditanam menjadi simbol sederhana dari semangat tersebut.
Akar menggambarkan nilai dan jati diri bangsa yang kokoh. Batang dan cabang menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman. Sementara daun dan buah menggambarkan kreativitas generasi muda yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut juga sejalan dengan nilai keagamaan tentang manusia sebagai khalifah fil ardh, yakni memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat bumi.
Gotong Royong Menanam Masa Depan
Aksi penghijauan di Lapangan Bola Desa Palir turut dihadiri Kuwu Desa Palir H. Durahman beserta Ibu Kuwu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Sopidi, M.A., jajaran ketua RT dan RW, serta masyarakat Desa Palir.
Warga dan mahasiswa terlihat bergotong royong menyiapkan lubang tanam hingga menanam bibit pohon. Suasana kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan sendirian.
Dr. Sopidi, M.A., dan H. Durahman juga menekankan pentingnya perawatan setelah penanaman. Keberhasilan program penghijauan tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam.
Lebih penting lagi adalah memastikan pohon tersebut dapat tumbuh, dirawat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Menanam pohon hari ini berarti menanam manfaat untuk masa depan,” menjadi semangat yang mengiringi kegiatan tersebut.
Dari Palir untuk Masa Depan
Bagi mahasiswa KKN 144, penanaman pohon menjadi pengalaman belajar yang mempertemukan pengabdian, lingkungan, dan nilai kebangsaan.
Para mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi semakin bermakna. Jika generasi terdahulu menanam kemerdekaan, maka generasi hari ini memiliki tugas untuk menanam keberlanjutan.
Dari Desa Palir, pesan itu sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang menjaga bumi agar tetap sehat, hijau, dan layak dihuni oleh generasi berikutnya.






