UIN Siber Cirebon (Banjarwangunan) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Penguatan Literasi melalui Pendekatan Deep Learning dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Sekolah Dasar, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 01 Banjarwangunan tersebut diikuti oleh 46 peserta yang terdiri atas tenaga pendidik dan tamu undangan. Workshop ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus upaya mendorong guru agar semakin siap memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, Barnas, S.Pd., M.Pd.; Kuwu Desa Banjarwangunan, H. Sulaeman; Kepala SD Negeri 01 Banjarwangunan, Nia Nurani, S.Pd.; Ketua KKN Kelompok 23, M. Lutfi Hakim; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Iwan, M.Ag.; serta para tenaga pendidik dan tamu undangan.
Guru Diajak Kenal Lebih Dekat dengan AI
Workshop menghadirkan Fawaz Irfan Mubarok, S.T., M.B.A. sebagai pemateri. Ia memberikan pemahaman mengenai penguatan literasi melalui pendekatan deep learning serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Banjarwangunan, dan Mars Mahasiswa.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Negeri 01 Banjarwangunan, Kuwu Desa Banjarwangunan, perwakilan Korwil Pendidikan, dan Ketua KKN Kelompok 23.
Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti pemaparan materi dari Fawaz Irfan Mubarok. Materi disampaikan dengan pendekatan yang praktis agar guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Workshop tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai pembelajaran literasi berbasis deep learning, menghadirkan strategi pembelajaran yang aktif dan bermakna, serta mengenalkan AI untuk membantu guru menyusun bahan ajar, aktivitas literasi, asesmen, dan media pembelajaran secara lebih kreatif dan efisien.
Belajar AI Lewat Praktik Langsung
Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan praktik secara langsung.
Salah satu praktik yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan AI untuk mengubah narasi cerita menjadi video animasi. Melalui praktik tersebut, para guru dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih menarik bagi peserta didik.
Penggunaan media visual seperti video animasi dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam menyampaikan materi, terutama untuk membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan dekat dengan karakter peserta didik sekolah dasar.
Bagi guru, pengalaman praktik secara langsung juga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa AI bukan hanya teknologi yang ramai dibicarakan, tetapi dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menyiapkan pembelajaran.
Guru Apresiasi Workshop Pemanfaatan AI
Salah satu peserta workshop, Teti Indria, guru SD Negeri 01 Banjarwangunan, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN Kelompok 23.
Menurutnya, workshop tersebut memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam memahami pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran.
“Selama ini kami hanya taunya dari media sosial aja, dari TikTok, YouTube, atau mungkin dari Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan). Tapi sekarang alhamdulillah kita bisa melihat secara langsung, oh ternyata begini cara pembuatannya, ternyata sangat menarik.”
Teti juga menilai AI dapat membantu guru menyampaikan materi kepada peserta didik melalui media yang lebih menarik.
“AI juga sangat membantu kami sebagai guru untuk menyampaikan materi kepada anak-anak melalui video. Karena melalui video lebih menarik, anak-anak bisa lebih termotivasi, lebih cepat paham.”
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam workshop dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Insyaallah nanti kami akan menerapkannya dan mengaplikasikannya kepada anak-anak.”
Kepala Sekolah: Belajar Tidak Berhenti
Apresiasi juga disampaikan Kepala SD Negeri 01 Banjarwangunan, Nia Nurani, S.Pd. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 23 yang telah melaksanakan workshop bagi para guru.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat sekaligus membuka wawasan baru bagi tenaga pendidik dalam mengembangkan pembelajaran.
Nia juga menekankan pentingnya semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan sebagai seorang pendidik.
“Belajar itu tidak cukup sampai di sini, tetapi seterusnya. Peribahasanya, belajar itu sampai ke liang lahat.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Teknologi, termasuk AI, dapat menjadi alat pendukung selama digunakan secara tepat dan tetap menempatkan kebutuhan peserta didik sebagai bagian utama dalam proses pembelajaran.
Bentuk Kepedulian Mahasiswa terhadap Pendidikan
Workshop ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN Kelompok 23 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap perkembangan dunia pendidikan, khususnya di tengah semakin pesatnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan KKN, mahasiswa melihat adanya kebutuhan guru terhadap wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara tepat. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Karena itu, workshop ini tidak hanya memperkenalkan AI, tetapi juga mengajak para guru memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung penguatan literasi.
Guru diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam membuat media pembelajaran, bahan ajar, aktivitas literasi, hingga asesmen secara kreatif dan efektif.
Ketua KKN 23 Berharap Ilmu Workshop Bisa Diterapkan
Ketua KKN Kelompok 23, M. Lutfi Hakim, berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para guru SD Negeri 01 Banjarwangunan.
“Dari kegiatan workshop ini, saya sebagai ketua KKN Kelompok 23 berharap ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru di SD Negeri 01 Banjarwangunan.”
Ia berharap para guru tidak hanya mengenal AI sebagai sebuah teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan kreatif sebagai alat bantu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan bermakna.
Menurut Lutfi, kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk kontribusi mahasiswa kepada sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan.
“Semoga setelah workshop ini, para guru semakin percaya diri dalam mencoba berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan dapat terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan zaman.”
DPL: AI Harus Digunakan secara Bijak
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 23, Dr.H. Iwan, M.Ag., menilai Workshop Penguatan Literasi melalui Pendekatan Deep Learning dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Sekolah Dasar relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pembelajaran sebaiknya tidak hanya dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi. AI perlu diarahkan sebagai sarana yang membantu guru menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan bermakna.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 23 telah berupaya memberikan kontribusi dengan memperkenalkan pemanfaatan teknologi kepada para guru, khususnya untuk mendukung penguatan literasi dan pengembangan media pembelajaran.
Dr. Iwan berharap workshop tersebut dapat menjadi langkah awal bagi para guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Di sisi lain, guru tetap memiliki peran penting sebagai pendamping dan pengarah dalam proses pendidikan.
Pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat Desa Banjarwangunan.
Mendorong Pembelajaran yang Lebih Kreatif
Melalui workshop ini, KKN Kelompok 23 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap para guru semakin memahami potensi AI sebagai alat bantu pembelajaran.
Pemanfaatan AI diharapkan dapat mendorong lahirnya media pembelajaran yang lebih kreatif, aktivitas literasi yang menarik, serta proses belajar yang aktif dan bermakna.
Lebih dari sekadar mengenalkan teknologi, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan literasi, peningkatan kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran di sekolah dasar.
Bagi SD Negeri 01 Banjarwangunan, workshop ini juga menjadi momentum untuk terus membuka ruang belajar baru bagi para pendidik. Sebab, di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang relevan bagi generasi masa depan.


