Berita Kegiatan KKN | Pengabdian Masyarakat SDGs
Home » Pos » Kegiatan » KKN 24 UIN Siber Cirebon Dorong Orang Tua Tumbuhkan Budaya Literasi Anak dari Rumah

KKN 24 UIN Siber Cirebon Dorong Orang Tua Tumbuhkan Budaya Literasi Anak dari Rumah

Seminar Literasi dari Rumah KKN 24 UIN Siber Cirebon bersama orang tua di Desa Citemu

UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Literasi “Literasi dari Rumah” dengan tema “Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Anak”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Balai Desa Citemu, sebagai upaya mengajak orang tua berperan aktif menciptakan lingkungan belajar dan budaya membaca yang positif bagi anak sejak dari rumah.

Kegiatan ini berangkat dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya pendampingan anak pada masa tumbuh kembang. Rumah menjadi lingkungan pertama tempat anak belajar, sehingga keterlibatan orang tua memiliki peran penting dalam membangun rasa ingin tahu, kebiasaan membaca, serta kemampuan anak dalam memperoleh dan memahami informasi.

Seminar dihadiri oleh para orang tua, Kepala Desa Citemu Herintiano, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Kelompok 24. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat semangat bersama untuk membangun ekosistem literasi yang tidak hanya bertumpu pada sekolah, tetapi juga tumbuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Rumah sebagai Sekolah Pertama bagi Anak

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Septiani Resmalasari, M.Pd., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 24 sekaligus pemateri utama.

Dalam suasana yang komunikatif, para orang tua diajak memahami bahwa menumbuhkan literasi anak tidak selalu membutuhkan metode yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti menyediakan waktu membaca bersama, membacakan cerita, mengajak anak berdiskusi, serta memberikan ruang bagi anak untuk bertanya dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi di rumah.

“Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Prof. Hajam Dorong Masjid Jadi Motor Perdamaian Dunia”

Orang tua juga didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada anak. Pendampingan yang dilakukan dengan perhatian dan kasih sayang dinilai dapat membuat anak lebih nyaman dalam mengeksplorasi pengetahuan.

Orang Tua Perlu Bijak Mendampingi Penggunaan Gawai

Selain membahas budaya membaca, seminar juga menyoroti tantangan literasi anak di tengah perkembangan teknologi digital. Penggunaan smartphone yang semakin dekat dengan kehidupan anak membuat orang tua perlu memiliki pemahaman mengenai pengaturan waktu layar atau screen time.

Septiani Resmalasari menjelaskan bahwa penggunaan gawai pada anak perlu dibatasi dan diawasi secara konsisten, terutama sejak usia dini.

“Tidak sedikit orang tua yang memberikan smartphone kepada anak sejak usia dini tanpa pembatasan yang jelas. Padahal, pengaturan waktu layar atau screen time sangat penting diterapkan sejak anak masih balita,” ujar Septiani.

Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai dapat dilakukan dengan mengalihkan perhatian anak melalui aktivitas lain yang menarik. Orang tua dapat menyediakan ruang bermain yang interaktif atau mengajak anak melakukan kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir.

Pasukan Biru UIN Siber Cirebon: Sabtu Bersih, Rawat Aset, Satwa Aviary hingga Lahan Astapada dan Dukung Kampus Hijau

“Penggunaan HP perlu dijadwalkan secara konsisten, baik mengenai durasi maupun jam penggunaannya. Meski pada awalnya anak mungkin akan menolak atau mengalami tantrum, proses penyesuaian ini memerlukan kesabaran dan konsistensi,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk memanfaatkan fitur pengaturan sesuai usia anak yang tersedia pada berbagai aplikasi serta melakukan pengawasan secara aktif. Langkah tersebut diperlukan agar pemanfaatan teknologi tetap memberikan manfaat dan tidak mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Dari Wacana Menjadi Kebiasaan di Rumah

Seminar tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemaparan materi. Para peserta juga mengikuti sesi diskusi, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai kondisi yang dihadapi orang tua ketika mendampingi anak belajar di rumah.

Melalui diskusi tersebut, orang tua mendapatkan kesempatan untuk memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendampingan literasi perlu dilakukan secara fleksibel dengan memperhatikan usia, minat, serta kemampuan anak.

Kegiatan juga dilengkapi dengan ice breaking yang membuat suasana seminar lebih cair dan interaktif. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama.

Dari Warisan Lokal Hingga Inovasi Teknologi, AICIS+ 2026 Dorong Revitalisasi Peradaban Islam

Membangun Budaya Literasi melalui Kolaborasi

KKN Kelompok 24 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap Seminar Literasi “Literasi dari Rumah” dapat menjadi langkah awal bagi orang tua di Desa Citemu untuk membangun kebiasaan membaca dan belajar secara konsisten di lingkungan keluarga.

Upaya tersebut membutuhkan dukungan bersama. Keluarga menjadi lingkungan terdekat bagi anak, sementara masyarakat dan pemerintah desa dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 24 berupaya menghadirkan edukasi yang aplikatif bagi masyarakat. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan anak untuk memahami informasi, berpikir, berkomunikasi, dan belajar secara berkelanjutan.

Dengan membangun kebiasaan positif dari rumah, diharapkan anak-anak Desa Citemu dapat tumbuh sebagai generasi yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, gemar membaca, mampu menggunakan teknologi secara bijak, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Selaras dengan SDGs

Kegiatan Seminar Literasi “Literasi dari Rumah” sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan literasi anak.

Kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi mahasiswa KKN, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru