UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendampingi kegiatan Bimbingan Belajar Ceria di MI Babussalam pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus dukungan terhadap guru dalam memberikan pendampingan belajar kepada peserta didik, khususnya dalam penguatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
Pendampingan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa KKN Kelompok 29, guru, dan peserta didik selama masa pelaksanaan KKN. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing anak.
Dampingi Anak dalam Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi peserta didik secara langsung selama proses pembelajaran. Pendampingan dilakukan dengan memberikan penjelasan materi menggunakan bahasa yang sederhana, membantu peserta didik mengerjakan latihan, serta membimbing mereka dalam membaca, menulis, dan berhitung.
Mahasiswa juga memberikan perhatian kepada peserta didik yang masih membutuhkan pendampingan lebih dalam memahami materi dasar. Pendekatan yang ceria dan komunikatif diterapkan agar anak-anak tidak merasa terbebani selama belajar.
Melalui pendampingan tersebut, proses belajar tidak hanya diarahkan pada pencapaian kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan rasa percaya diri dan keberanian peserta didik untuk bertanya ketika mengalami kesulitan.
KKN 29 Hadir sebagai Mitra Pendamping Guru
Kegiatan Bimbingan Belajar Ceria pada dasarnya telah dilaksanakan oleh guru MI Babussalam. Mahasiswa KKN Kelompok 29 hadir untuk membantu dan memperkuat proses pendampingan tersebut melalui keterlibatan langsung bersama peserta didik.
Guru MI Babussalam, Fatimatun Khaerunisa, S.Pd., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan belajar. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan bantuan terutama dalam mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dalam menguasai kemampuan dasar.
“Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN Kelompok 29, kegiatan bimbingan belajar di MI Babussalam menjadi lebih terbantu, terutama dalam mendampingi anak-anak yang masih membutuhkan perhatian dalam membaca, menulis, dan berhitung. Mahasiswa juga dapat membantu memberikan suasana belajar yang lebih ceria dan menyenangkan bagi peserta didik,” ujar Fatimatun.
Kolaborasi antara guru dan mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan peserta didik. Guru tetap menjadi pengarah utama pembelajaran, sementara mahasiswa membantu memberikan pendampingan secara lebih dekat kepada anak-anak.
Belajar dengan Suasana Ceria dan Menyenangkan
Bimbingan belajar yang dilakukan dengan pendekatan menyenangkan diharapkan dapat membuat peserta didik lebih antusias mengikuti kegiatan. Mahasiswa KKN Kelompok 29 berupaya menghadirkan interaksi yang tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk belajar dengan nyaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan masyarakat. Melalui interaksi bersama guru dan peserta didik, mahasiswa dapat memahami secara langsung berbagai kebutuhan dalam proses pendampingan pendidikan anak.
Program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung akses terhadap proses pembelajaran yang efektif dan membantu meningkatkan kemampuan dasar peserta didik.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya memberikan pendampingan tambahan kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam kemampuan literasi dan numerasi.
Melalui Bimbingan Belajar Ceria, KKN Kelompok 29 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap kontribusi sederhana yang diberikan selama masa pengabdian dapat membantu peserta didik semakin percaya diri dalam belajar. Sinergi bersama guru juga diharapkan dapat menciptakan suasana pendidikan yang lebih menyenangkan dan mendukung perkembangan kemampuan anak secara berkelanjutan.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung:
- SDGs 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pendampingan belajar dan penguatan kemampuan dasar literasi serta numerasi peserta didik.
- SDGs 10 – Berkurangnya Kesenjangan, melalui dukungan belajar bagi peserta didik yang membutuhkan pendampingan tambahan.
- SDGs 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi mahasiswa KKN dan guru dalam mendukung proses pendidikan di MI Babussalam.


