UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Desa Grogol menghadirkan Klinik Literasi, sebuah program pendampingan belajar bagi anak-anak usia sekolah di sekitar Desa Grogol. Kegiatan yang dilaksanakan di Posko KKN Kelompok 42 ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kemampuan literasi sekaligus upaya menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak setelah pulang sekolah.
Klinik Literasi dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pendampingan belajar bagi anak-anak, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami bacaan, serta menumbuhkan minat belajar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat anak untuk terus belajar.
Kegiatan Klinik Literasi dilaksanakan setiap hari setelah anak-anak pulang sekolah di Posko KKN Kelompok 42. Anak-anak datang ke posko untuk belajar bersama mahasiswa melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan tersebut meliputi latihan membaca, mengenal huruf dan suku kata, membaca cerita, tanya jawab, menulis, dikte, hingga permainan edukatif.
Pendekatan yang digunakan dibuat secara interaktif dan menyenangkan agar anak-anak tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran formal. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara bertahap sesuai kebutuhan peserta, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman sekaligus memperoleh kesempatan untuk bertanya dan berlatih secara langsung.
Ruang Belajar yang Menyenangkan bagi Anak
Ketua Kelompok KKN 42 Desa Grogol, Ahmad Abdilah Hamka, mengatakan bahwa Klinik Literasi merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak di Desa Grogol. Menurutnya, posko KKN tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menjalankan kegiatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Klinik Literasi merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN Kelompok 42 terhadap pendidikan anak di Desa Grogol. Melalui kegiatan ini, kami menyediakan ruang belajar di posko agar anak-anak dapat belajar bersama setelah pulang sekolah dengan suasana yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Ahmad.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak, terutama dalam membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar.
Pendampingan Disesuaikan dengan Kemampuan Anak
Pelaksanaan Klinik Literasi tidak menggunakan satu metode pembelajaran untuk seluruh peserta. Mahasiswa KKN menyesuaikan materi dan aktivitas dengan kemampuan masing-masing anak. Anak yang masih berada pada tahap mengenal huruf dan suku kata mendapatkan latihan dasar, sementara anak yang sudah mampu membaca diarahkan untuk membaca cerita, memahami isi bacaan, menjawab pertanyaan, serta menuangkan pemahamannya melalui tulisan.
Selain membaca dan menulis, permainan edukatif juga digunakan sebagai bagian dari kegiatan. Metode tersebut diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik sekaligus membantu anak memahami materi tanpa merasa terbebani.
Melalui pendampingan secara rutin, mahasiswa KKN Kelompok 42 juga berupaya membangun kebiasaan belajar yang positif. Anak-anak didorong untuk berani membaca di depan teman, menjawab pertanyaan, menulis, serta menyampaikan pendapat berdasarkan apa yang telah mereka pelajari.
KKN 42 Dorong Penguatan Pendidikan dan Literasi di Desa Grogol
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Emah Khuzaemah, M.Pd. turut mendukung pelaksanaan Klinik Literasi sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung kebutuhan pendidikan anak di lingkungan Desa Grogol.
Melalui Klinik Literasi, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun interaksi dan kepedulian terhadap proses tumbuh dan belajar anak-anak. Kehadiran ruang belajar yang dapat diakses setelah jam sekolah diharapkan mampu memberikan dukungan tambahan bagi anak dalam mengembangkan kemampuan literasinya.
Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya memperluas kesempatan belajar dan meningkatkan kemampuan literasi anak. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dengan menghadirkan pendampingan belajar yang dapat membantu anak memperoleh dukungan pendidikan sesuai kebutuhannya.
Klinik Literasi diharapkan tidak berhenti sebagai program selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat menjadi pengalaman positif yang mendorong anak-anak Desa Grogol untuk terus membaca, belajar, dan mengembangkan potensi diri. Melalui ruang belajar yang sederhana namun konsisten, mahasiswa KKN Kelompok 42 menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan bersama-sama.


