UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkolaborasi dengan Paguyuban Desa Panggangsari dan Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya menggelar Seminar Sosialisasi Perlindungan Anak di MI Al-Wathoniyah, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas V dan VI dengan mengangkat isu cyberbullying dan pendidikan seks (sex education) sesuai usia anak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui sosialisasi ini, siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya perundungan di dunia maya, penggunaan media digital secara bijak, serta pentingnya mengenali dan menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan.
Bekali Anak dengan Pengetahuan tentang Cyberbullying dan Perlindungan Diri
Sosialisasi menghadirkan Siti Nuryani, Sri Aji Lestari, S.Pd., Sapiyah, S.Pd., dan Firdha Fauziyyah dari Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya sebagai pemateri. Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, contoh kasus, serta sesi tanya jawab yang melibatkan siswa.
Para peserta diajak memahami bagaimana cyberbullying dapat terjadi melalui berbagai aktivitas di ruang digital serta pentingnya menggunakan media sosial dan teknologi secara bertanggung jawab. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pendidikan seks yang disesuaikan dengan usia sebagai bagian dari upaya mengenali batasan diri, menjaga keamanan tubuh, dan mencegah kekerasan maupun pelecehan.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mengikuti materi dan menyampaikan pertanyaan. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai perlindungan anak perlu disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman sehari-hari anak.
Narasumber Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya, Siti Nuryani, mengingatkan pentingnya keberanian anak untuk berbicara ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan perundungan.
“Jangan pernah diam ketika mengalami atau menyaksikan perundungan. Segera laporkan kepada orang tua, bapak atau ibu guru, maupun Komnas Perlindungan Anak agar setiap anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat.”
KKN Kelompok 05 Dorong Anak Lebih Berani Melindungi Diri
Ketua Kelompok KKN 05, Mohamad Danu Arrahman, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan bersama pihak desa dan sekolah. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi anak.
Kepala MI Al-Wathoniyah, Nurlaela, S.Pd.I., serta Khaerudin selaku Kuwu Desa Panggangsari turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, dan lembaga perlindungan anak menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perlindungan anak di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui bahaya cyberbullying dan kekerasan, tetapi juga mampu mengenali tanda-tandanya, mengambil langkah pencegahan, menjaga keamanan diri, serta berani melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya.
Dengan demikian, kegiatan KKN Kelompok 05 memberikan dampak berupa meningkatnya kesadaran siswa terhadap keamanan di ruang digital maupun lingkungan sekitar, sekaligus mendorong terbentuknya keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan dan kenyamanan mereka.
Dukung SDGs melalui Edukasi Perlindungan Anak
Kegiatan sosialisasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian edukasi yang mendukung pengetahuan dan keterampilan anak di luar pembelajaran formal.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 5 – Kesetaraan Gender, melalui edukasi mengenai perlindungan diri dan pencegahan kekerasan, serta SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam mendorong terciptanya lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan mendukung perlindungan anak.
Selain itu, kolaborasi antara KKN Kelompok 05 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Pemerintah Desa Panggangsari, MI Al-Wathoniyah, dan Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya turut mencerminkan semangat SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


