UIN Siber Cirebon – Komitmen mendukung transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan oleh KKN Kelompok 111 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui Pelatihan Pembuatan QRIS yang diselenggarakan pada Selasa (4/8/2026), mahasiswa dibekali kompetensi teknis untuk mendampingi pelaku UMKM di Desa Cibereng dalam mengimplementasikan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari penguatan daya saing usaha.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut diikuti oleh 16 anggota KKN Kelompok 111. Pelatihan menghadirkan Suci Saefiani, Ketua Umum GenBI Komisariat Universitas Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, sebagai pemateri, dengan Nihayatul Khusnah, Bendahara Umum KKN Kelompok 111, bertindak sebagai moderator.
Meningkatkan Kapasitas Mahasiswa dalam Pendampingan UMKM
Pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas mahasiswa sebelum terjun mendampingi pelaku UMKM di Desa Cibereng. Seluruh anggota KKN saat ini mendampingi masing-masing satu pelaku usaha yang sedang menjalani proses penerbitan Sertifikat Halal, sehingga penguasaan terhadap sistem pembayaran digital menjadi kompetensi tambahan yang dibutuhkan dalam memberikan layanan pendampingan yang lebih komprehensif.
Materi yang diberikan meliputi proses pendaftaran QRIS, persyaratan administrasi, mekanisme penerbitan, hingga praktik langsung pembuatan QRIS bagi pelaku usaha. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
Tindak Lanjut Program Pendampingan Produk Halal
Pelatihan QRIS merupakan tindak lanjut dari Seminar Edukasi Pendampingan Proses Produk Halal (PPPH) yang telah diselenggarakan pada 20 Juli 2026. Jika sebelumnya pendampingan difokuskan pada proses legalitas melalui sertifikasi halal, kini ruang lingkup program diperluas dengan mendukung digitalisasi sistem pembayaran.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan model pendampingan yang lebih menyeluruh, mulai dari aspek legalitas usaha, kemudahan transaksi digital, hingga penguatan branding dan peningkatan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Seluruh Peserta Berhasil Menerbitkan QRIS
Ketua KKN Kelompok 111, Ahmad Nasrudin, menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Menurutnya, praktik langsung yang dilakukan selama pelatihan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sebelum memberikan pendampingan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, anggota kelompok antusias dalam menyimak materi yang disampaikan. Alhamdulillah, tadi kami juga langsung mempraktikkan pembuatan QRIS dan beberapa peserta berhasil menerbitkan QRIS pada saat pelatihan berlangsung,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan, seluruh anggota KKN Kelompok 111 berhasil menerbitkan QRIS atas nama masing-masing. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa seluruh peserta telah memahami secara langsung alur dan mekanisme penerbitan QRIS sehingga siap mendampingi pelaku UMKM di Desa Cibereng secara optimal.
Sementara itu, pemateri Suci Saefiani menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha saat ini.
“QRIS ini memudahkan para pelaku UMKM dan konsumen dalam melaksanakan transaksi jual beli,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, KKN Kelompok 111 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap proses pendampingan kepada UMKM tidak hanya menghasilkan legalitas usaha melalui Sertifikat Halal, tetapi juga mampu memperkuat transformasi digital yang berdampak pada peningkatan efisiensi transaksi, perluasan pasar, serta daya saing UMKM di era ekonomi digital.
Mendukung Pencapaian SDGs
Pelatihan Pembuatan QRIS yang diselenggarakan KKN Kelompok 111 mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing usahanya. Program ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pembayaran, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, komunitas GenBI, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di tingkat desa.


