UIN Siber Cirebon – Semangat meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar terus digelorakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 21 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui pembukaan Pojok Baca di lingkungan SDN 3 Buntet. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan minat baca, wawasan, imajinasi, dan kreativitas siswa sejak usia sekolah.
Kegiatan pembukaan Pojok Baca dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan melibatkan mahasiswa KKN Kelompok 21, pihak sekolah, serta para siswa. Kehadiran Pojok Baca dihadirkan sebagai ruang literasi yang nyaman dan menarik sehingga siswa dapat memanfaatkan waktu luang untuk membaca, menemukan pengetahuan baru, sekaligus mengembangkan ketertarikan terhadap buku.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah. Lingkungan yang menyediakan akses terhadap bahan bacaan secara mudah diharapkan dapat mendorong siswa untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Pojok Baca juga diharapkan dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran yang membuat aktivitas literasi terasa lebih dekat dan menyenangkan.
Pojok Baca Jadi Ruang Tumbuh Literasi Siswa
Pojok Baca tidak hanya dirancang sebagai tempat untuk menyimpan dan membaca buku. Ruang tersebut diharapkan menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan sesuai dengan minat mereka.
Melalui keberadaan Pojok Baca, siswa dapat mengisi waktu luang dengan membaca buku, memperoleh informasi baru, serta mengembangkan daya imajinasi melalui berbagai cerita dan bahan bacaan. Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga berkembang menjadi proses memahami informasi dan mengenal dunia secara lebih luas.
Ketua KKN Kelompok 21, Akhmad Abdillah, menjelaskan bahwa keberadaan Pojok Baca memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menyediakan tempat membaca.
“Pojok Baca tidak hanya ditujukan sebagai tempat untuk membaca, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas.”
Sekolah Apresiasi Kehadiran Pojok Baca
Kehadiran Pojok Baca mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Ibu Inarsih, S.Pd., selaku Kepala SDN 3 Buntet, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi adanya Pojok Baca ini. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak dan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.”
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah dapat menghadirkan fasilitas sederhana yang memiliki manfaat jangka panjang bagi pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Membaca untuk Memahami Dunia
Semangat yang dibawa melalui program Pojok Baca sejalan dengan ungkapan Najwa Shihab, “Membaca adalah upaya merengkuh makna, ikhtiar untuk memahami dunia.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa membaca bukan sekadar aktivitas mengenali rangkaian kata, tetapi juga proses untuk memahami berbagai pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang lebih luas.
Melalui Pojok Baca, mahasiswa KKN Kelompok 21 berupaya menghadirkan ruang sederhana yang dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal dunia melalui buku. Kebiasaan membaca yang tumbuh sejak dini diharapkan dapat membentuk siswa yang lebih percaya diri, memiliki wawasan luas, serta mampu mengembangkan kreativitas dan imajinasi.
Dengan hadirnya Pojok Baca, mahasiswa KKN Kelompok 21 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap budaya literasi dapat terus tumbuh dan dipelihara oleh seluruh warga sekolah. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kebiasaan belajar dan membaca secara berkelanjutan.
Poin Penting Kegiatan
Pojok Baca sebagai ruang literasi sekolah. Kehadiran Pojok Baca memberikan ruang yang nyaman bagi siswa untuk mengakses buku dan memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas membaca yang edukatif.
Mendorong kebiasaan membaca sejak dini. Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah sehingga literasi dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari siswa, bukan sekadar kegiatan pembelajaran di kelas.
Mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Buku dan bahan bacaan yang tersedia dapat menjadi media bagi siswa untuk mengenal berbagai cerita, pengetahuan, dan pengalaman sekaligus mengembangkan daya imajinasi serta kreativitas.
Kolaborasi mahasiswa dan sekolah. Pembukaan Pojok Baca menjadi bentuk kolaborasi KKN Kelompok 21 dengan pihak SDN 3 Buntet dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan literasi siswa.
Membuka jendela pengetahuan melalui buku. Pojok Baca diharapkan menjadi sarana yang membantu siswa memperluas wawasan dan memahami dunia melalui kegiatan membaca yang menyenangkan.
Dukung SDGs melalui Gerakan Literasi
Program Pojok Baca turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung akses terhadap pengetahuan dan pengembangan kemampuan literasi anak. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan melalui lingkungan pendidikan yang lebih ramah terhadap aktivitas membaca.
Kegiatan KKN Kelompok 21 berada di bawah pendampingan Dr. Nida Nurjunaedah, MA selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).


