UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengawali program penguatan literasi dengan melaksanakan Pre-Test Peningkatan Literasi Membaca bagi siswa SDN 1 Bandengan dan MI Al Mukaramah di Desa Bandengan pada 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan kemampuan membaca peserta didik sebagai dasar penyusunan program pendampingan literasi yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Program yang dilaksanakan pada pukul 08.00–10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari komitmen KKN Kelompok 22 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan budaya literasi sejak dini.
Mengukur Kemampuan Literasi sebagai Data Awal Pendampingan
Pre-test dilaksanakan melalui evaluasi membaca secara lisan dan tertulis yang dirancang secara sistematis. Para siswa diminta membaca teks yang telah disiapkan, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan untuk mengukur kemampuan memahami isi bacaan.
Melalui hasil evaluasi tersebut, mahasiswa KKN memperoleh gambaran mengenai tingkat kemampuan membaca dan pemahaman literasi setiap siswa. Data tersebut selanjutnya akan menjadi acuan dalam menyusun metode pendampingan yang lebih tepat sasaran selama pelaksanaan KKN.
Pendekatan ini diharapkan mampu membantu siswa memperoleh pendampingan sesuai tingkat kemampuan masing-masing sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
Kolaborasi Dua Sekolah Perkuat Budaya Literasi
Pelaksanaan program melibatkan sinergi antara dua lembaga pendidikan dasar di Desa Bandengan, yakni SDN 1 Bandengan dan MI Al Mukaramah. Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya membaca di lingkungan sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Kepala SDN 1 Bandengan, Ikhwanudin Hadi Saputra, S.Pd., menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi sekolah dalam mengetahui kemampuan literasi peserta didik secara lebih terukur.
“Kegiatan pre-test ini sangat penting sebagai acuan awal kami di sekolah. Kami tidak hanya ingin mengetahui seberapa lancar anak-anak membaca, tetapi juga seberapa mendalam pemahaman mereka terhadap isi bacaan. Melalui kolaborasi antara SDN 1 Bandengan dan MI Al Mukaramah ini, kami berharap dapat merancang metode pembelajaran literasi yang jauh lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala MI Al Mukaramah, Ifah Lathiefah, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi literasi siswa sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih optimal.
Komitmen KKN Membangun Generasi Literat
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Misbah Binasdevi, M.Pd., menyampaikan bahwa pre-test bukan sekadar kegiatan evaluasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun program literasi yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui pemetaan kemampuan membaca sejak awal, mahasiswa KKN dapat menghadirkan pendampingan yang lebih personal, terarah, dan berdampak nyata bagi peningkatan kemampuan literasi anak-anak di Desa Bandengan.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen mahasiswa KKN Kelompok 22 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung terciptanya budaya membaca yang berkelanjutan melalui kolaborasi bersama sekolah, guru, dan masyarakat. Diharapkan, program pendampingan yang akan dilaksanakan setelah pre-test mampu meningkatkan kemampuan membaca, pemahaman bacaan, serta menumbuhkan minat literasi siswa sejak usia dini.
Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)
Pelaksanaan program ini mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kemampuan literasi dasar dan peningkatan kualitas pembelajaran.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, sekolah, guru, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi.


